From Earth Hour to Earth Ngawur


Ternyata tanggal 29 Maret 2014 pukul 8.30 atau sekitar 6 jam sebelum tulisan ini dibuat adalah momen Earth Hour untuk wilayah WIB. Entah saya yang super-duper-kuper-kluwer-kluwer atau memang Earth Hour tahun ini kurang greget di Indonesia. Mungkin memang kalah dengan pentas Pemilu yang tidak hanya berbiaya tinggi tetapi juga ber-carbon-footprint tinggi.

Saya baru tahu kalo ada Earth Hour ketika membuka laman berita online beberapa menit yang lalu. Dan semua sudah terlambat, pada jam yang seharusnya saya mematikan lampu saya malah menyalakan komputer 95watt + lampu kamar 18 watt + mandi dengan pompa air entah berapa watt.  Well, at least saya masih cukup sadar akan betapa banyak energi yang saya gunakan di setiap waktunya.

Hal ini mungkin berbeda dengan 2 – 3 tahun lalu, ketika saya dengan proaktif mendakwahkan Earth Hour ke keluarga dan handai taulan saya. Saya pun sukses menggelapkan rumah di waktu itu. Tapi, seperti yang sering dinyanyikan orang, “aku yang dulu bukanlah yang sekarang”. Ya, aku yang sekarang adalah aku yang sudah tidak peduli lagi dengan seremoni-seremoni lingkungan hidup semacam Earth Hour. Alesan sok suci saya adalah karena gerakan Earth Hour is getting ridiculous. Banyak sih yang udah membahas ini kayaknya, tetapi ada satu hal yang paling mengganggu otak saya yaitu:

e1 e2 e3Sudahkah anda temukan kesamaan aksi seremoni Earth Hour yang diupload di laman twitter Earth Hour Indonesia ini?

Kesamaannya adalah selalu ada spanduk masif yang sepertinya dicetak dengan mesin print outdoor. It really hurts my little brain cell since outdoor printing machine is demand at least 1500 watt of electricity. Kecepatan rata-rata printer outdoor adalah 35m2/jam artinya banner sebesar 3×8 meter (24 m2) membutuhkan waktu cetak 35 – 50 menit. Tetapi ada yang lebih buruk, yaitu kaos.. entah ide gila siapa mengkampanyekan penghematan energi dengan mencetak kaos. Metode apapun yang digunakan untuk mencetak kaos itu sangatlah menghabiskan energi, kecuali jika semua logo itu digambar langsung dengan tangan manusia.

Semoga saja saya salah, semoga semua banner dan kaos yang ada di foto itu adalah bekas tahun lalu sehingga perayaan yang mulia ini benar-benar minim carbon footprint. Tentunya ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Earth Hour tujuannya bukan untuk mengurangi penggunaan energi pada saat itu saja tetapi untuk mengenalkan gaya hidup yang lebih hemat energi.

Well, untuk itulah saya membuat ini agar di upacara Earth Hour tahun selanjutnya anda akan mengingat. THINK BEFORE YOU PRINT

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s