Belajar Jadi Dosen di Grabag TV


Sepanjang lini masa hidup saya, saya tidak pernah menyangka suatu saat akan mengajari puluhan orang tentang editing video. Kesempatan itu tiba-tiba datang ketika saya yang awalnya hanya sebagai penunjuk arah rombongan ke Grabag TV yang kemudian membantu menjelaskan penggunaan picture style  pada DSLR yang berujung pada berbagai pertanyaan tentang coloring dan editing hasil mentah DSLR.

Sebelum lanjut, mungkin pemirsa blog saya baik yang ada di studio maupun di rumah belum pernah dengar Grabag TV. Nah, Grabag TV bukanlah stasiun TV pada umumnya. Mereka adalah pioneer televisi komunitas di Indonesia.  Didirikan pada tahun 2004 oleh Pak Tanto yang juga merupakan dosen FFTV IKJ. Grabag TV mencoba menjadi alternatif pengisi layar televisi sekaligus menjadi media belajar produksi tayangan TV dan film bagi masyarakat sekitar maupun masyarakat luar.

Salah satu masyarakat luar yang sering belajar di Grabag TV adalah pelajar-pelajar SMK dari berbagai sudut Indonesia. Ketika saya kesana beberapa hari lalu, saya bertemu dengan beberapa pelajar SMK dari Medan yang sedang “nyantri” di Grabag TV.  Saya menggunakan istilah “nyantri” karena memang Grabag TV lebih seperti pesantren daripada tempat kursus. Alasannya adalah karena memang Grabag TV bukan (atau belum) tempat kursus. Disini para pelajar menginap dan bertanggung jawab atas diri dan rekan-rekannya sendiri selama 3 – 4 bulan. Mereka tinggal di asrama, giliran piket studio, juga ada piket kamar mandi dan lain sebagainya. Hasilnya adalah anak-anak dengan etos kerja dan kemandirian yang tinggi. Dari yang saya lihat selama 2 hari 1 malam disana,  memang anak-anak tersebut terlihat lebih sigap dan tanggap meski kadang memang masih suka ramai sendiri.

Hal lain yang menarik sewaktu saya di Grabag TV adalah bagaimana mereka telah memiliki kemampuan camera work dan directing yang cukup baik. Tentunya anda tak akan menyangka di pelosok kabupaten Magelang terdapat 30an anak yang ditempa menjadi pekerja seni berbakat dan bermental baja.

Namun untuk urusan post-production sepertinya mereka masih perlu diasah dan merekapun sangat menyadari itu. Itulah awal kenapa saya tiba-tiba menjadi dosen yaitu ketika mereka bertanya tentang banyak hal mulai dari coloring hingga sinkronisasi suara DSLR dengan Zoom H4N. Akhirnya tiba-tiba saya seakan memiliki sesi sendiri dimana menjelaskan bagaimana proses post-production khususnya yang berkaitan dengan video DSLR mulai dari transcoding hingga rendering.

Sebenernya yang paling menyenangkan dari acara tersebut adalah munculnya rasa bahagia ketika ilmu editing saya yang sederhana ternyata sangat diapresiasi. Terlebih lagi dengan mengajari sesuatu ternyata yang paling banyak belajar adalah saya sendiri. Membagikan ilmu kita kepada orang lain menuntut kita untuk mengorganisasi kembali pengetahuan dan pola pikir kita agar dapat diterima orang lain yang akhirnya juga membantu kita untuk mengetahui bagian mana yang perlu kita pelajari lebih lanjut.

IMG_20140320_101025

I have no idea what I’m doing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s