Antara Kera Sakti dan Negara


Sebagai pemuda yang dibesarkan oleh serial Kera Sakti, tentu kita sudah sangat hafal dengan sebagian besar jalan ceritanya. Mulai dari kera sakti yang mengamuk di surga hinga bertemu biksu Tong dan akhirnya berjalan ke barat mencari kitab suci. Tetapi mendekati pemilu 2014 ini saya baru menemukan makna lain dari kisah Kera Sakti yang berjudul asli “Perjalanan ke Barat” ini. Novel yang ditulis abad 16 ini menunjukan tatanan masyarakat yang lebih besar lagi.

Makna terpendam dari Kera Sakti adalah hubungan negara dan masyarakatnya. Ya, itulah yang saya baca dari kisah biksu Tong dan empat muridnya. Biksu Tong, adalah representasi dari negara dimana dia memiliki otoritas terhadap muridnya meskipun dia bukan yang paling kuat bahkan tidak memiliki kekuatan berarti. Sun Go Kong, adalah representasi dari kekuatan militer, dia memiliki potensi untuk mengambil alih kekuasaan dalam rombongan itu tetapi dia tidak melakukannya karena Biksu Tong memiliki kontrol atas dirinya lewat cincin sakti yang melingkar di kepalanya Sun Go Kong. Tie Pat Kay adalah representasi dari masyarakat kota, dia memiliki kemampuan yang hebat, cerdas tetapi juga selalu ingin memenuhi hawa nafsunya.  Sedangkan adik ketiga yang bernama Sam Cheng adalah representasi masyarakat desa yang relatif lebih banyak diam dan banyak bekerja tetapi memiliki kekuatan yang sangat besar yang tersembunyi. Sedangkan adik ke 4 yang berwujud kuda adalah representasi alam, yang hanya bisa diam dan lebih banyak dipelihara oleh Sam Cheng (masyarakat desa) tetapi tanpanya perjalanan ke barat akan sangat berat.

Sepanjang perjalanan rombongan ini menghadapi banyak rintangan yang selalu menguji hubungan ke-lima karakter tersebut. Ada saat dimana para murid tidak percaya lagi pada Biksu Tong, ada juga saat dimana cincin pengunci Sun Go Kong lepas, ada juga saat dimana Pat Kay benar-benar tidak bisa dikontrol. Tetapi akhirnya mereka sukses sampai ke barat dan mengambil kitab suci.

Dari kisah ini kita ditunjukan bahwa Negara harus mampu mengontrol 4 elemen yaitu militer, masyarakat kota, masyarakat desa dan lingkungan. Militer hanya bisa dikunci dengan kontrol yang ketat dan mungkin menyakitkan, masyarakat kota harus diberi saluran untuk menggunakan energi dan kemampuannya agar tidak digunakan untuk memenuhi nafsunya sendiri, masyarakat desa meskipun lebih sering diam tetapi tetap harus diperhatikan dan diberi bimbingan karena masyarakat desa adalah yang paling dekat dengan lingkungan.

Demikian kisah hubungan serial kera sakti dan negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s