Me VS The World


Oke judulnya lebay, inti dari tulisan ini adalah kesebalan dan ketidaksetujuanku terhadap pemikiran sebagian besar orang dan restoran. Pemikiran yang tidak aku setujui itu adalah keyakinan bahwa terong adalah sayuran, bukan lauk. Di setiap menu terong selalu masuk di bagian sayuran, tiap kali saya memesan nasi terong dan sambal orang nanya lauknya apa? Lha terong kuwi dudu lawuh to?

Entah apa yang dipikiran anda, tetapi saya yakin anda semua salah. Terong adalah lauk bukan sayur, kenapa begitu alasannya:

  1. Terong lebih sering disajikan setelah digoreng, pertanyaan saya: yang lebih sering pake acara goreng menggoreng itu sayur atau lauk?
  2. Apakah anda tidak merasa kalau terong rasanya lebih mirip daging ayam yang kelamaan direbus? Bahkan ke krispian kulitnya juga lebih mirip kulit ayam.
  3. Oke terong berasal dari tumbuhan, tetapi begitu saja memasukan terong ke bagian sayuran adalah diskriminasi yang luar biasa. Lombok juga dari tumbuhan tetapi anda menyebutnya sambal. Jamurpun sekarang masuk ke bagian lauk. Kenapa terong masih sering didiskriminasi?

Maaf jika blog saya kali ini sama sekali tidak cerdas dan cenderung egois, saya tak tahan melihat penderitaan terong yang terus didiskriminasi tanpa alasan yang jelas.

2 thoughts on “Me VS The World

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s