Masochism dan Penyembuhan Luka Hati


Pagi ini seperti pagi yang biasanya, hal-hal biasa yang biasa terjadi berjalan seperti biasanya. Tetapi salah satu topik diskusi bersama rekan kerja dan juga kuliah saya membuat saya bercerita tentang masokisme. Awalnya hendak saya tulis di twitter, tetapi susah menyampaikan pikiran saya ini secara sepotong-sepotong. Selain itu khotbah jum’at tadi juga bercerita bahwa salah satu amal jariyah adalah tulisan di mushaf-mushaf yang bermanfaat bagi orang lain. Jadi saya menulis blog ini karena blog sebenernya adalah mushaf (lembaran) digital.

Nah, langsung saja. Disini saya akan bercerita tentang pemikiran saya mengenai masochism. Jika anda bertanya darimana saya dapat pemikiran ini, jawabanya adalah dari film Secretary (James Spader dan Maggie Gylenhall) dan juga pengalaman hidup saya selama 23 tahun ini. Untuk memahami masochism, perlu kita telusuri dahulu makna dari kesedihan. Apakah anda mengingat terakhir kali anda merasa sangat sedih? Misal ketika ada kerabat yang meninggal, ditinggal atau ditolak pujaan hati, ketika kenyataan memaki-maki harapan kita atau ketika kita merasa ditinggalkan orang yang kita percayai. Lalu bandingkan perasaannya dengan ketika terakhir kali anda merasa sangat bahagia. Entah bagaimana dengan anda, tetapi bagi saya perasaan sedih terasa lebih dalam dibanding perasaan bahagia. Perasaan sedih sering kali sangat dan terasa sangat abstrak. Terkadang anda juga bingung sendiri dan bertanya mengapa saya sesedih ini. Karena anda bingung dengan kesedihan anda lalu anda akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan visualisasi dari kesedihan itu. Anda bisa menangis, menggebrak meja, atau bisa juga bercerita dengan orang lain sehingga anda dapat meyakinkan diri anda bahwa luka anda itu nyata.

Ketika anda berhasil mewujudkan kesedihan di dalam diri anda itu menjadi sesuatu yang lebih abstrak anda kemudian mengharapkan adanya penyembuhan. Penyembuhan itu bisa berupa benar-benar penyembuhan luka di hati atau bisa juga lebih berupa simbolisme dari kesembuhan.

Lalu apa hubungannya dengan masokisme? Jawabannya sederhana, masokisme atau yang lebih tepat disebut dengan Self-Harm Disorder adalah usaha untuk merasakan abstraksi dari luka dan kemudian (dan lebih penting lagi) merasakan simbolisasi bahwa luka kita bisa sembuh. Dalam film Secretary, Ms. Holloway sering melukai dirinya sendiri ketika mengalami masalah. Sebagian besar orang mengira yang dia inginkan adalah perasaan terluka, itu memang benar. Tetapi bos Ms. Holloway menyadari yang lebih dia inginkan adalah melihat luka itu sembuh. Ketika luka itu sembuh, Ms. Holloway merasakan adanya simbolisasi bahwa luka hati -sedalam apapun itu- juga bisa sembuh.

Apakah anda atau teman anda memiliki Self-Harm Disorder? Tentu perlu psikoanalisa yang mendalam untuk itu. Tetapi Self-Harm Disorder sebenarnya merupakan gejala dari masalah yang lebih besar. Gejala lain yang sering menyertai SHD adalah perasaan blameworthy, tidak berharga di mata orang lain, tendensi untuk merasa sebagai korban dan yang paling sering adalah kesulitan untuk menangis. Biasanya orang yang memiliki masalah Self-Harm Disorder memiliki masa kecil yang keras tetapi kesulitan untuk menangis entah karena sulit atau karena tidak diijinkan. Untuk memindahkan fokus luka di hati dia akhirnya memindahkan luka itu di tempat yang lebih nyata.

Self-Harm Disorder di era modern tidak hanya berwujud dengan melukai diri sendiri secara fisik, terkadang juga melalui eating disorder, usaha bunuh diri, memecahkan atau merusak barang, atau juga perasaan nyaman ketika dimaki-maki orang lain. Inti dari semua itu adalah usaha untuk memindahkan fokus dirinya dari luka di dalam hati kepada sesuatu yang lebih nyata.

Lalu bagaimana menyembuhkannya? Memaksa dia berhenti melakukan self-harm tidak akan menyelesaikan masalah karena hal itu bagaikan mengambil satu-satunya hal yang berharga untuk dia. Membiarkannya melakukan itu juga jauh lebih berbahaya. Lalu bagaimana caranya saya sebenarnya juga tidak tahu, semoga ada psikolog yang iseng-iseng membaca tulisan ini dan memberikan koreksi serta jawaban atas pertanyaan ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi anda dan orang di sekitar anda.

 

One thought on “Masochism dan Penyembuhan Luka Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s