The Invention of Hug


23 February 2011, adalah hari wisuda untuk mahasiswa Sarjana dan Diploma Universitas Gadjah Mada. Banyak teman-temanku wisuda di hari itu termasuk salah satu temanku yang telah menulis banyak kisah absurd bersamaku (halah..) Tiara Danarianti. 11.30 adalah waktu ketika saya datang ke kampus membawa bunga untuk Tiara dan Andrew seperti yang telah saya janjikan sebelumnya.  Kebetulan mereka sudah keluar dan sayapun menghampiri mereka, tetapi yang terjadi adalah Tiara terlebih dulu menghampiriku dan kemudian melakukan gerakan yang saya terjemahkan sebagai usaha untuk memeluk yang kemudian saya merespon untuk menyambutnya. Dan ketika akhirnya berpelukan saya masih bingung, seerat apakah seharusnya, dimanakah tangan saya harus diletakan dan lain sebagainya. Ini terjadi karena saya sangat jarang memeluk orang selain Agitha Binar, mungkin karena masa SMA saya yang cukup Islami membuat saya jarang memeluk orang khususnya yang berlawanan jenis. Bahkan saya bisa menghitung dan mengingat siapa saja yang saya peluk selama setahun terakhir. Selain Tiara, ada Ella dan Dedek sewaktu mereka hendak pergi ke Eropa, lalu el-Adly peserta DREaM dari Mesir,hmm.. lalu siapa lagi ya.

Pertanyaan yang muncul di benak saya setelah memikirkan ini adalah, who invented hug? Bagaimana orang berpelukan untuk pertama kali? Apa yang ada di pikiran mereka? Jika X adalah orang yang memeluk untuk pertama kali dan Y adalah orang yang dipeluk pertama kali kira-kira dialog apa yang terjadi, apakah seperti ini:

 

X             : “Hei, I want to give you a hug”

Y              : “What is a hug? Is it tasty?”

X             : “I’ll show you” (sambil mencoba memeluk)

Y              : “Whoa, what are you going to do to me? Why are you trying to grab me”

X             : “Just trust me..”

 

Meskipun kadang saya merasa aneh saat berpelukan dengan orang lain, tetapi harus saya akui terdapat juga perasaan nyaman dan tenang yang muncul. Ini yang saya tidak ketahui kenapa, padahal yang ada hanyalah kontak fisik yang sangat singkat dan terkadang hanya setengah hati. Apakah orang pertama di dunia ini yang mencoba untuk berpelukan mengetahui hal ini. Bagaimana mereka tahu. Atau jangan-jangan perasaan nyaman ini adalah sebuah konstruksi sosial, karena saya sering melihat orang berpelukan terlihat nyaman maka saya juga merasa nyaman. Atau memang berpelukan adalah fitur utama yang dimiliki oleh Primata yang berkembang seperti manusia, orang utan, dan simpanse. Karena ketika berpelukan kita menjadi teringat ketika Ibu kita menyusui kita sambil memeluk kita? Wallahua’lam

3 thoughts on “The Invention of Hug

  1. hehe paling enak pelukan ma suami
    #halaaahh

    mungkin penemu pelukan adalah adam dan hawa, mereka berpelukan setelah terpisah selama ratusan tau
    who knows mereka langsung pelukan, sayang penemu CCTV belum lahir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s