Solving Autochk Not Found


Halo teman-teman yang saya sayangi, selamat datang kembali di blog saya yang kemana-mana bahasannya ini.  Kali ini saya akan membahas bidang yang paling saya pahami, yaitu komputer. Cerita ini berawal ketika saya hendak menyalakan komputer dan masuk ke windows untuk mengambil beberapa file. Tiba-tiba setelah logo windows loading selesai, muncul pesan sederhana yaitu:

Autochk program not found – skipping autocheck

Yang dilanjutkan dengan munculnya bluescreen sekejap lalu mati begitu saja. Modyar!!! Tetapi saya tetap tenang, toh memang saya jarang make windows setelah saya menggunakan UGOS yang berbasis Linux Mint. Akhirnya saya booting kembali dan masuk ke Linux dengan maksud mengakses data melalui mounting drive Windows. Ketika akhirnya saya masuk ke Linux, duuarr.. Saya dikejutkan dengan tidak terdeteksinya ke 3 partisi windows saya yg bersistem NTFS. Apakah hardisk saya rusak? tentunya tidak karena saya masih bisa mengakses Linux dan juga Windows juga sempat booting. Akhirnya saya mencoba mendeteksi melalui NTFS-utility yang ada di Linux. Disana terlihat ke 3 drive NTFS saya, semuanya terlihat sehat, lucu, dan imut-imut. Saya pun akhirnya bisa memounting ke 3 partisi tersebut dan bisa mengkopi data di dalamnya.

Saya mencoba kembali booting ke Windows tapi masih gagal, wasyuu tenan. Sejauh ini saya telah mengidentifikasi 3 symptoms yaitu:

  1. Setelah logo windows selesai muncul pesan Autochk program not found
  2. Partisi windows tidak dapat langsung dibaca oleh Linux
  3. Partisinya ternyata masih ada dan sehat-sehat saja secara fisik

Dari hal diatas, saya mengira-ngira apa yang mungkin menjadi penyebab sebuah drive yang sehat tidak dapat diakses oleh sebuah sistem dengan cara biasa. Awalnya saya menduga apakah ada masalah dengan Master Boot Record (MBR) tetapi setelah dicek dengan PQBoot ternyata baik-baik saja. Oiya saya mengecek ini semua menggunakan alat wajib yang harus dimiliki tukang benerin komputer yaitu Hiren’s BootCD. Di dalam BootCD tersebut, terdapat juga alat lain yang dimiliki Power Quest yaitu partition table editor (PTEDIT). Ketika saya buka ternyata ada yang janggal, yaitu ke 3 partisi NTFS saya bertipe hidden NTFS. Nah lo, trus piye carane ngganti jadi normal. Bahkan sayapun ga tau yang normal itu kayak gimana. Akhirnya sayapun Googling tentang filesystem identifier, sayapun akhirnya menemukan halaman ini. Singkatnya beberapa partition type diindikasikan dalam bentuk desimal. Contohnya:

  • 01 : DOS
  • 02 : XENIX
  • 05 : DOS Extended Partition (tetapi kok partisi EXT3 saya juga bernomor ini ya?)
  • 07 : NTFS / Installable File System (IFS)
  • 11 : Hidden DOS
  • 17 : Hidden NTFS / IFS

Setelah mengetahuinya,saya booting kembali ke Hiren dan masuk ke PTEDIT.

Pada gambar diatas, bisa dilihat bagian paling kiri adalah tempat memasukan Partition Type. Untuk kasus saya, saya mengganti angka 17 (Hidden NTFS) menjadi 07 (NTFS/IFS). Saya restart ke windows dan akhirnya berhasil masuk. Alhamdulillah, tetapi ada masalah lain lagi sih. Di Linux, biasanya saya bisa langsung mounting dan unmounting langsung dari Explorer tetapi sekarang harus menjadi administrator menggunakan fungsi sudo terlebih dahulu. Tidak masalah sih, tapi males aja harus masukin password terus.

Semoga tulisan ini bisa membantu, kalo enggak bisa, silahkan hubungi @timuranakimut

3 thoughts on “Solving Autochk Not Found

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s