Republik Sensasi Indonesia


Sangatlah tidak layak saya sebagai warga negara Republik Indonesia menyatakan bahwa negara ini sudah edan dan membusuk. Bisa-bisa saya didenaturalisasi menjadi warga negara antah berantah. Tapi itulah kenyataan yang terjadi atau paling tidak yang saya lihat di muka bumi ibu pertiwi ini. Entah memang sudah dari dulu edan atau saya yang baru tahu kalo negara ini edan. Karena kata edan terdengar sangat tidak enak, maka saya akan mengutarakan kegundah gelisahan saya ini dengan kata Republik Sensasi. Kata Sensasi tentunya terdengar lebih enak dan lebih selebritis atau bahkan lebih nggossip.

Ya, itulah Indonesia saat ini. Republik yang telah berdiri lebih dari setengah abad ini mulai tereduksi menjadi seonggok sensasi berwujud negara. Tentu, semua orang mengaku tidak suka sensasi atau membuat sensasi. Tetapi kenyataanya sensasi memang dibenci, tetapi dicari atau bahkan diburu. Karenanya semua orang yang ingin dikenal akan membuat sensasi, tentunya tanpa mengakui dia sengaja membuatnya. Awalnya, para artislah yang menemukan keagungan Sang Sensasi. Untuk hal ini tentunya masyarakat sudah sangat hafal dengan contoh-contohnya, bahkan beberapa waktu lalu sebuah talk show mengangkat tema “Terkenal Karena Sensasi” yang menampilkan Angel Lelga dan Aida Zaskia. Tentunya di luar sana masih banyak lagi selebritis yang terkenal karena sensasi, entah sensasinya 100 persen dibuat-buat atau cuma setengah dibuat. Tetapi hal itu tidak bisa disalahkan, toh mereka memang artis hidup mereka mungkin memang lekat dengan segala sesuatu yang dibuat-buat, didesain, disutradarai untuk membangun sebuah cerita tertentu.

Melihat bagaimana efektifitas sebuah sensasi, ramai-ramai masyarakat dari berbagai latar belakang ikut ikut membuat sensasi. Ketika musim pemilu, ramai-ramai para caleg mencoba untuk membuat sensasi mulai dari menampilkan foto-foto aneh macam superman,spiderman, bahkan obama atau foto telanjang dada dalam baliho kampanye mereka. Selain itu para caleg juga menambahkan sensasi baru dalam metode lama yaitu dengan menggunakan artis-artis sensasional dalam acara dangdutan mereka.
Baru-baru ini muncul sensasi yang muncul dari suatu tempat yang biasanya kurang sensasional, dari sebuah persawahan di Brebah Sleman, tiba-tiba muncul Crop Circle, sesuatu yang sangat baru di Indonesia. Kehebohanpun langsung menyeruak, dan seperti biasa isu-isu lain perlahan tetapi pasti menjadi tertutup, terlupakan. Inilah yang membuat sebagian orang termasuk saya menduga-duga adanya konspirasi dari setiap sensasi yang ada untuk pengalihan isu. Ya, isu pengalihan isu sendiri juga merupakan isu yang mudah teralihkan.

Setiap kali negara atau pemerintah (khususnya pemerintahan SBY) mengalami masalah, selalu ada sensasi yang dimunculkan untuk pengalihan isu. Dulu, isu terorisme sangatlah mudah untuk menciptakan sensasi.
Sekarang ketika pemerintah sedang dituduh berbohong oleh tokoh agamawan (yang relatif jarang berbohong), tiba-tiba terjadilah penangkapan teroris di Klaten. Ternyata hal tersebut tidak menimbulkan sensasi yang memadai, hingga tiba-tiba muncul Crop Circle di tengah sawah Berbah. Anggap saja saya terlalu su’udzon, toh ini memang blog saya. Lagipula, jika saya adalah penguasa yang punya banyak masalah dan punya banyak uang tentunya saya tidak segan-segan untuk menciptakan sensasi untuk menutupi masalah saya, at all cost daripada mengorbankan hal yang lebih besar.

Mungkin bukan salah pemerintah, mungkin ini salah media yang hobi menciptakan sensasi, atau mungkin salah masyarakat Indonesia yang ingatannya sangat pendek dan mudah terhapus dengan sensasi-sensasi yang ada.

One thought on “Republik Sensasi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s