Tentang Tayangan Langsung


Suatu hari di suatu tempat, terjadilah sebuah persidangan dengan Antasari Azhar (Mantan Bos KPK) duduk di kursi pesakitan. Dia diadili atas tuduhan pembunuhan bos BUMN yang bernama Nasrudin Zulkarnaen. Dalam sidang perdana, dibacakan BAP Rani Juliani, seorang caddy golf yang ga begitu cantik tapi lumayan bahenol.

Ketika BAP dibacakan oleh jaksa penuntut umum, Antasari terlihat shock mendengar betapa BAP tersebut mirip dengan bacaan stensil, atau semacam cerpen di 17tahun.com (udah ga ada kayaknya). Sangat vulgar dan detail hingga ke bagian mana dari Rani yang dijilat Antasari. Bagian terburuk dari hal ini adalah DITAYANGKAN LANGSUNG di beberapa setasiun TV.

Beberapa bulan kemudia, media-media dihebohkan dengan kasus KPK-Polri. Lalu munculah berbagai siaran langsung mulai dari konferensi pers tim 8, sidang dpr-polri hingga pengadilan kecil tim 8.

Hal ini menimbulkan keresahan bagi sebagian masyarakat. Mereka menganggap hal ini dapat menyesatkan dan membingungkan masyarakat. Apalagi yang sidang antasari. Hingga munculah ide untuk melarang siaran langsung sidang dan rapat DPR, konon ide ini berasal dari Komisi Penyiaran Indonesia. Tentunya ditolak banyak pihak seperti dewan Pers.

Pelarangan siaran langsung mungkin pantas untuk dibenarkan, jika kita memperhatikan mentalitas orang Indonesia yang terkadang gampang menjudge sesuatu. Khususnya untuk peradilan, asas praduga tak bersalah dapat dicederai oleh adanya siaran langsung. Lagipula peradilan adalah sebuah proses, akan sangat menyakitkan jika seseorang tercemar namanya dalam proses yang seharusnya membersihkan namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s