Selamat Datang Hujan dan Teman-Temannya


Hujan di dinding

Akhirnya, pada hari sabtu tanggal 24 Oktober 2009, hujan yang benar-benar seperti hujan mengguyur kota Jogjakarta dengan derasnya. Mulai dari pukul 2 sore hingga selepas adzan maghrib. Hujan ini sangat deras disertai petir yang menyambar-nyambar tak karuan bagaikan naga yang kelaparan (lebay…). Konon katanya hujan deras telah menghampiri kota Solo sehari sebelumnya. Saya cukup senang, rerumputan dan daun-daun yang mulai mengering sepertinya juga senang.

Tetapi, ternyata hujan itu turun dengan sangat derasnya. Seakan-akan seluruh air di Jawa dihujamkan ke tanah kembali. Tentunya kenyataanya tidak sedahsyat itu, tetapi paling tidak jalan-jalan tergenang dengan air hingga 30cm. Selokan meluap-luap termasuk selokan mataram.

Hujan memang deras, tetapi seharusnya tidak cukup deras untuk menenggelamkan jalan-jalan di Jogja. Semua ini (sekali lagi) salah umat manusia, yaitu umat manusia yang melupakan hukum alam bahwa jika selokan tersumbat, maka air yang bersifat dapat berubah bentuk seenaknya akan mencari jalan lain. Sayangnya sang air memilih jalanan yang seharusnya dilewati moda transportasi manusia.

Selamat datang Sang Hujan, semoga kali ini kau tidak membawa teman-temanmu seperti Sang Badai, Sang Banjir, dan Sang Genteng Bocor

One thought on “Selamat Datang Hujan dan Teman-Temannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s