About Freedom


Ini adalah jawaban ujian kelas Sistem Sosial dan Politik Indonesia (SSPI) tiga tahun yang lalu (2007).

Kebebasan telah menjadi sebuah topik pembicaraan yang cukup menarik di banyak kalangan. Muncul juga sebuah pertanyaan dari kuliah Sistem Sosial Politik Indonesia tentang mana yang anda pilih, hidup yang (a) Kenyang tapi takut (b)Lapar tapi tidak takut. Berikut ini saya lampirkan jawaban asli dari saya

 

>>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<

 

Saya memilih lapar tetapi tidak takut karena

 

a.       Kebebasan adalah hal yang paling penting, karena dengan kebebasan itu manusia dapat berkembang untuk meraih keinginanya. Kebebasan termasuk kebebasan untuk melakukan sesuatu yang “dianggap” salah oleh penguasa, termasuk juga meragukan segala otoritas yang ada – social, politik, agama.

 

b.       Kekenyangan kita hanyalah kekenyangan semu sebagaimana gaji yang diterima para buruh yang sebenarnya hanya bermaksud agar buruh itu tetap hidup agar produksi para pemilik modal tetap berjalan, tanpa pernah memikirkan perkembangan kehidupan buruh itu. Orang-orang yang membuat kita takut berbicara tentu punya maksud lain, mereka membutuhkan kita untuk hidup agar dapat memenuhi kepentingan mereka, ketika kita membahayakan kepentingan mereka, kehidupan kita tidak lagi terjamin. Kekenyangan kita hanya akan meninabobokan revolusionarisme kita terhadap segala sesuatu yang tidak beres.

 

 

 

“Value your freedom or you will lose it, teaches history. “Don’t bother us with politics,” respond those who don’t want to learn.” — Richard Stallman

 

>>>>>>>>>>>>>>>><<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

 

Tambahan dari saya sendiri, menurut saya freedom = to refuse, to resist, to reject, to disagree, to critize, to imagine and to think otherwise. Disini saya akan memaparkan pemikiran saya tentang manusia yang bebas dan sistem yang bebas

 

Orang yang bebas adalah yang mampu melakukan rekonstruksi ulang pikiranya dari segala konstruksi yang telah diciptakan sistem sosial – budaya, politik, hubungan antar manusia, protokol, program, dan agama. Orang yang merdeka adalah orang yang mampu mengatakan tidak pada segala yang tidak disetujuinya.

 

Sistem yang bebas adalah sistem yang mengijinkan orang untuk mengatakan dan mengekspresikan ketidaksetujuan, belum ada negara yang sangat bebas karena sebagaimana kata Lenin “”While the State exists, there can be no freedom. When there is freedom there will be no State.”

 

Reference : Critical Social Theory – Tim Dant – SAGE publishing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s