Progressif…


Hidup memang bukan pasar malam tapi mungkin hidup ibarat kereta api, kata  Pramoedya Ananta Toer melalui (kalau tidak salah) Minke tokoh sentral Trilogi Pulau Buru. Menurut saya, hidup bagaikan bus malam. Dia berjalan dengan cepat, dan ketika keluar dari sebuah kota.. yang terlihat hanya kegelapan dan kilatan-kilatan cahaya lampu bus malam yang lain.. terus-menerus hingga sampai pada kota lain. Dia enggan untuk berhenti, bahkan penumpangpun tidak mampu menghentikan bus malam itu. Dia tetap akan berjalan, dengan cepat, seakan tidak perduli dengan bintang-bintang dan cahaya bulan.

Entah mengapa aku merasa hidup ini berjalan semakin cepat, tiba-tiba hari, minggu, dan bulan berakhir. Tiba-tiba semakin banyak kenyataan (baik dan buruk) yang harus dihadapi dalam waktu bersamaan. Tiba-tiba merindukan masa lalu yang terasa sangat lama berlangsung itu.

Relatifitas progresifitas… Entah kenapa tiba-tiba konsep yang mungkin belum pernah terdengar ini terlintas di kepalaku.  Orang bilang waktu itu relatif, menurutku waktu itu statis, tapi progress (atau akselerasi) dari waktu itu yang relatif.  Progresifitas berkaitan dengan banyak hal, tetapi yang paling berpengaruh adalah pandangan kita tentang masa depan. Semakin kita takut dengan masa depan, menurut saya, hal-hal di sekitar kita termasuk waktu akan berjalan semakin progresif. hmm.. entahlah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s