Sandwich


Minggu, 17 Mei 2009. Pagi hari, eh bukan, tapi dini hari terbangun di hari yang memang sudah saya nantikan. Kenapa? Hari ini saya berencana berpiknik ria ke suatu tempat yang sebenarnya sangat dekat tetapi selama saya di Jogja belum pernah kesana. PRAMBANAN.

Lalu apa kaitannya dengan sandwich? Teman saya menganjurkan saya untuk membawa bekal yang sekaligus sebagai sebuah surprise dan bekal tersebut adalah roti lapis berisi atau yang biasa disebut dengan sandwich. Tadi malam saya sudah menyempatkan diri membeli roti tawar tanpa pinggiran cap Borobudur yang harganya 6.900 rupiah. Saya hanya membelinya, tanpa berfikir bagaimana cara membuatnya.

Hingga pagi hari ini, saya baru sadar di rumah ini tidak ada bahan-bahan yang memadai untuk membuat sandwich. Tidak ada telur, karena saya berencana membuat egg-sandwich. Mentega pun tak ada. Tetapi ada ayam goreng sisa kemarin, akhirnya untuk sarapan roti lapis tersebut saya isi dengan potongan ayam goreng, sudah itu saja.

Entah kenapa saya menulis blog ini… semoga perjalanan saya sukses hari ini…

2 thoughts on “Sandwich

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s