DPR dan PERTAMINA


Salah satu berita yang cukup menarik bagi saya minggu ini adalah tentang konflik antara Pertamina dan DPR. Peristiwa yang diawali pada sebuah rapat pada tanggal 10 Februari 2009 di gedung Nusantara I lantai 1 antara Komisi VII dengan Direksi Baru pertamina yang dipimpin oleh Karen Agustiawan. Saya sendiri belum melihat jalannya keseluruhan rapat tersebut tetapi yang jelas rapat tersebut memang melenceng dari agenda sebenarnya yang bertema “Pelaksanaan Fungsi Pengawasan” menjadi interogasi terhadap kelayakan jajaran direksi yang baru.

Konflik semakin meruncing setelah pada tanggal 13 Februari 2009 Sekretaris Perusahaan Pertamina melayangkan surat kepada DPR yang menyatakan keberatan dengan rapat yang dianggap tidak efektif karena bukannya membahas presentasi Pertamina tetapi malah lebih tentang proses penunjukan Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (persero), bahkan mempertanyakan kelayakan dan kemampuan mereka.

Surat ini langsung memicu kemarahan DPR yang merasa tidak dihormati dan dilecehkan, DPR merasa berhak untuk mempertanyakan apapun terhadap Pertamina yang berstatus BUMN itu. 

“Pertanyaan itu kan termasuk dalam fungsi pengawasan. Dalam pengawasan tentu saja kita sah dong mempertanyakan kenapa Anda (Karen) ditunjuk. Kemudian, bagaimana Anda bisa tunjukan kemampuan, bisa pimpin perusahana negara. Harusnya dia bisa jawab dengan berikan kinerja. Kalau meyakinkan kita berarti dia punya kemampuan,” tegas Sony Keraf  http://bisniskeuangan.ko………tpam.oleh.DPR

Sebenarnya DPR memang berhak untuk mempertanyakan apa saja, tetapi surat yang dilayangkan Pertamina menurut saya cukup masuk akal dan mungkin mewakili kegeraman banyak pihak (termasuk saya) terhadap kinerja DPR.

Saya mengatakan surat itu masuk akal karena pertama, meskipun siapapun boleh mempertanyakan apapun kepada siapapun di negara ini tetapi DPR perlu ingat bahwa mereka bekerja dengan tugas tertentu dan tujuan tertentu serta seharusnya dengan target deadline tertentu. Jika dari awal sudah ada tema untuk suatu rapat tentang apa yang harus dibahas ya seharusnya bagian itu dulu yang dibahas sampai selesai, baru setelah itu DPR bisa melakukan tanya jawab soal direksi, itupun sebaiknya setelah direksi itu berjalan beberapa waktu. Mungkin inilah kenapa kuantitas legislasi DPR sangatlah buruk termasuk diantaranya belum selesainya pembahasan RUUK DIY. Selain kuantitas yang minim, kualitas legislasi DPR juga sangat memprihatinkan mengingat sebagian lebih dari setengah dari produk legislasi yang dihasilkan DPR merupakan legislasi pemekaran wilayah (yang bermasalah) serta ratifikasi perjanjian internasional dan penetapan PERPU. Ketiga produk diatas sendiri sulit dikatakan sebagai produk asli DPR mengingat tiga produk tersebut sebenarnya limpahan dari Pemda dan DPRD, Deplu, dan pemerintah.

kedua, mungkin sudah diketahui oleh umum bahwa performa Pertamina jauh lebih baik daripada DPR. Selain itu Pertamina juga memberi sumbangan yang cukup signifikan pada APBN. Dengan kata lain sebagian dari gaji dan fasilitas DPR berasal dari uang yang dicari Pertamina. Normalnya, kalau orang yang belum ahli dikritik oleh yang lebih ahli maka dia akan terpacu untuk bekerja lebih baik. Tetapi kita lihat sekarang, tiap hari rapat selalu sering kosong karena para anggota DPR yang (seharusnya) terhormat itu pergi kampanye.

Ya, entah menurut anda.. tetapi yang pasti… Saya malu hidup di negara yang memiliki anggota DPR seperti ini… Buat bu Karen, sabar dan semangat ya bu.. Pertamina memang belum bisa menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, semoga anda bisa membuatnya lebih baik…

2 thoughts on “DPR dan PERTAMINA

  1. Dan wakil ketua komisi VII bilang “Ini kan panggung politik”.

    Gila!
    Kampanye = panggung politik… oke
    Iklan di media massa = panggung politik… oke
    rapat DPR = panggung politik?

  2. sebagian rapat DPR memang panggung politik, karena biasanya deal-and-no deal ada di belakang… tapi biasanya itu untuk proses legislasi, ini kan DPR yang fungsi pengawasan… kalo pengawasan dijadiin panggung politik padahal dunia panggung sandiwara berarti pengawasan yang ada adalah pengawasan sandiwara…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s