Leon Trotsky – Sedikit Tentang Pemikirannya


Leon Trotsky adalah salah satu tokoh kunci dalam sejarah Revolusi Bolshevik Uni Soviet, disini saya tidak membahas dalam tentang siapakah Trotsky tetapi mencoba untuk menuliskan singkat tentang pemikirannya. Karya Trotsky yang cukup fenomenal dan dapat diperbincangkan dalam Ilmu Hubungan Internasional adalah bukunya “Permanent Revolution”, salah satu kutipan yang cukup mewakili pemikiran Trotsky adalah:

The Perspective of permanent revolution may be summarized in the following way: the complete victory of the democratic revolution in Russia is conceivable only in the form of the dictatorship of the proletariat, leaning on the peasantry. The dictatorship of the proletariat, which would inevitably place on the order of the day not only democratic but socialistic tasks as well, would at the same time give a powerful impetus to the international socialist revolution. Only the victory of the proletariat in the West could protect Russia from bourgeois restoration and assure it the possibility of rounding out the establishment of socialism.” (Leon Trotsky, Permanent Revolution)

Preskripsi Trotsky untuk menjaga keberhasilan gerakan komunis di Rusia adalah dengan menjaga kediktatoran proletariat dan memperluas jangkauan revolusi hingga Eropa Barat. Trotsky memang menggunakan kata-kata demokrasi tetapi seperti yang sudah diketahui konsep demokrasi yang dipahami Uni Soviet berbeda dengan demokrasi barat. Ketiadaan kelas pemodal yang mengopresi buruh dianggap sudah merupakan sebuah demokrasi meskipun nantinya opresi itu dilakukan birokrasi dan militer.

Tetapi yang penting dari pemikiran Trotsky adalah ide pelebaran atau ekspansi revolusi proletariat ke Eropa Barat dan nantinya ke seluruh dunia. Internasionalisasi revolusi proletariat menurut Trotsky diperlukan agar kapitalisme tidak kembali lagi ke Rusia, Trotsky melihat adanya interdepensi negara-negara dan menurut dia Rusia tidak akan dapat berdiri sendiri maka dengan mengekspor revolusi proletariat maka dimungkinkan adanya interaksi dengan negara Barat. Revolusi Permanen sendiri tidak pernah diimplementasikan karena Stalin telah membuang Trotsky dari Soviet dan Stalin mengajukan ide “sosialisme di satu negara”.

Ide Trotsky sebenarnya juga bisa dilihat sebagai sebuah semangat imperialisme a la Rusia. Hal ini dikarenakan semangat melakukan revolusi permanen bukan sekedar untuk mengangkat nasib buruh tetapi lebih pada mempertahankan kekuasaan komunis di Soviet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s