Hati yang Memaafkan


Hendaklah kamu menghubungkan tali silaturahim dengan orang yang justru berusaha memutuskannya, memberi kepada orang yang selalu berusaha menghalangi kebaikan itu datang kepadamu, serta bersedia mema’afkan terhadap orang yang mendzalimimu

Perkataan Muhammad SAW – nabinya umat Islam – diatas (saya kurang mengetahui sanadnya) dapat dipahami sebagai sebuah framework untuk memahami hati yang memaafkan, atau lebih jauh lagi hati yang tak berpamrih. Memaafkan merupakan sebuah hal yang sederhana namun prosesnya cukup sulit. Memaafkan saya artikan dengan tidak lagi menjadikan hal (yang kita anggap) buruk yang orang lakukan kepada kita sebagai sebuah hal yang mempengaruhi kita untuk melakukan tindakan negatif kepada orang itu. Tindakan negatif itu seperti tidak menyapa, menjauhi, sampai yang paling jauh adalah membalas dengan lebih kejam.

Hati yang Memaafkan

Jika saya mau memaafkan orang lain apakah berarti saya memiliki hati yang memaafkan? Menurut saya belum tentu. Jika kita menjadikan perkataan Muhammad diatas sebagai parameter maka ada aspek penting yang harus dimiliki hati yang memaafkan:

  • Tidak Mengharap Permintaan Maaf, jika kita lihat kembali hadist diatas maka dapat disimpulkan bahwa hati yang memaafkan tidak memerlukan permintaan maaf untuk memaafkan, bahkan mampu memaafkan meskipun orang tersebut belum berniat untuk berhenti berbuat yang tidak baik kepada kita
  • Hati yang Memberi, hati yang memaafkan adalah hati yang memberi. Memberikan hal-hal terbaik yang bisa diberikan kepada semua orang, tanpa perlu memandang apa yang telah orang lain lakukan kepada kita

Lalu apakah anda mau menjadi seseorang yang memiliki hati yang memaafkan? Mungkin anda akan berfikir kenapa saya harus memiliki hati seperti itu. Memaafkan atau tidak memaafkan adalah hak kita!!! Pemikiran seperti itu tidak salah tetapi kita perlu untuk mengingat suatu hal, bahwa kita juga bisa berbuat salah, dan ketika berbuat salah maka tentu kita sangat mengharapkan untuk dimaafkan. Lagipula tidak ada ruginya kita memaafkan seseorang.

Memaafkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s