Marxisme dan Justifikasi Kapitalisme


Setelah matinya Uni Soviet yang bisa dibilang sebagai runtuhnya komunisme dunia, kebanyakan orang berpikir bahwa kapitalisme adalah ideologi terakhir bagi manusia atau dalam istilah Francis Fukuyama, End of History. Kebanyakan masyarakatpun mulai mengamini pemikiran bahwa ideologi lain sudah tak perlu diperjuangkan lagi, yang pada akhirnya menganggap orang-orang yang berusaha melakukan perubahan sebagai pengganggu stabilitas nasional, orang jawa bilang waton suloyo, orang Inggris bilang misfit atau rebel serta banyak cap lainya.

Sebenarnya apa yang sedang dilakukan orang-orang seperti Francis Fukuyama dan orang-orang yang mengatakan bahwa tidak ada alternatif lain selain kapitalisme, mereka ingin menciptakan rasionalisme kita. Sebagaimana yang telah diungkapkan Max Weber, manusia melakukan sesuatu hanya bila hal itu rasional. Kebanyakan orang tak mau lompat begitu saja dari gedung pencakar langit karena hal itu tidak rasional. Begitu juga kapitalisme, orang tak akan menerimanya bila tak rasional. Permasalahanya adalah rasionalisme itu sebenarnya dapat dibentuk, atau paling tidak dapat dijustifikasi.

Sebuah sistem sosial ekonomi politik dapat berjalan dengan bahan bakar sistem justifikasi. Alasan kenapa kapitalisme dapat bertahan adalah karena terdapat justifikasi yang menjadikan kapitalisme adalah sesuatu yang rasional dan alamiah. Antonio Gramsci dalam kritiknya terhadap Uni Soviet, menyebut bahwa perang ada dua yaitu perang fisik dan perang posisi, perang fisik bisa dikatakan adalah perang atau konflik yang nyata sedangkan perang posisi adalah memantapkan posisi pasukan dalam peperangan. Kebanyakan komunis hanya memandang dari sisi perang gerak dengan melakukan revolusi, tetapi sering melupakan perang posisi. Dalam segi sosial politik perang posisi adalah penciptaan hegemoni kesadaran. Masyarakat harus dibuat sadar terlebih dahulu bahwa sistem yang akan direvolusikan adalah “benar” dan yang akan ditumbangkan adalah “salah”. Lebih jauh lagi kesadaran masyarakat dalam kegiatan sehari-hari haruslah diubah dahulu, dari kesadaran yang kapitalistik menjadi kesadaran sosialis.


Dalam sistem justifikasi ada dua cara untuk melakukan justifikasi. Pertama, melakukan pembuktian bahwa sistem yang dibawanya adalah baik. Kedua, menciptakan pemikiran bahwa tak ada alternatif lain atau alternatif lainya lebih buruk daripada sistem yang sudah ada sekarang. Di era kapitalisme modern sekarang ini, justifikasi model kedua lebih sering digunakan. Margaret Tatcher salah satu yang cukup awal mengatakan bahwa There Is No Alternative (TINA) kata-kata ini menjadi sangat terkenal dan seakan dibenarkan dengan keruntuhan Uni Soviet.

Berdasar pada kenyataan diatas yang perlu dilakukan dalam rangka melawan kapitalisme adalah mendekonstruksi ulang pemikiran bahwa tidak ada alternatif lain, dan pemikiran bahwa kapitalisme seperti yang ada sekarang adalah hal yang natural dan terbaik bagi manusia. Masyarakat mungkin sudah tahu kebusukan yang terjadi akibat kapitalisme, tetapi yang perlu diketahui masyarakat (dan kitalah yang harus memberi tahu) adalah kondisi itu dapat diubah, kondisi kapitalisme yang bobrok itu bukanlah sesuatu yang final, bukanlah sesuatu yang given.

Kesadaran revolusioner kelas tertindas haruslah dibangkitkan kembali,dan menurut saya ini adalah waktu yang tepat dikala kapitalisme telah nyata-nyata menghancurkan sendi-sendi bangsa melalui neo-liberalisasi, minimnya upah minimun, serta mahalnya pendidikan dan tak terjangkaunya bahan pangan.

Mungkin inilah yang disebut tahap akhir kapitalisme dimana dia akan menghadapi kehancuranya. Tetapi dia tak akan bisa hancur tanpa ada yang menghancurkan, dan yang dapat dan mampu menghancurkan hanyalah kesatuan rakyat yang tertindas oleh kapitalisme. Karena mereka tak akan kehilangan apapun kecuali tali kekang mereka.

2 thoughts on “Marxisme dan Justifikasi Kapitalisme

  1. saling menghancurkan? ah, indah sekali frase itu. sampai keringat yang melelah tidak canggung bercampur dengan darah. tidak adakah cara lain selain saling menghancurkan? bangunan dunia yang seperti apa yang hendak kaususun untuk sekedar memastikan kita bisa melanjutkan hidup besok pagi. apa pernah kita berfikir berapa entitas yang ikut hancur ketika kapitalisme dihancurkan. iya, kita terjepit diantara kapitalisme global dan struktur negara yang lebih banyak berselingkuh dengan kapitalis ketimbang memilih setia dengan rakyat. tapi lebih banyak, kita hanya berkoar-koar tak henti. berteriak penuh sesak, “hancurkan kapitalisme! berulang kali. sampai kita melupakan jutaan makna yang terpanggang oleh teriakan kita sendiri. saya heran mas, kenapa orang lebih suka menghujat musuhnya ketimbang dipelajari sampai detail. pada akhirnya kita tidak mendapat apa-apa selain elusan dada yang, makin hari makin tak bermakna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s