Tergila-gila vs Cinta Sejati


“Love is that condition in which the happiness of another person is essential to your own”

artikel ini sebenarnya berasal dari sebuah majalah gay edisi valentine yang saya temukan ketika melakukan studi tentang mereka. Tapi dengan sedikit perubahan,artikel ini ternyata cukup bagus dan cocok untuk semua orang baik homoseksual maupun heteroseksual.

Tergila – gila

  • Terjadi dengan cepat
  • Keinginan untuk memiliki sangat tinggi(possesif)
  • Seks menjadi salah satu tujuan
  • Tahu kenapa menginginkan dirinya
  • Bila faktor yang membuat orang itu tergila-gila hilang atau berkurang, maka berkurang pula cintanya
  • Berusaha untuk menunjukan rasa cinta,apapun yang terjadi
  • Based on pleasure

Cinta Sejati

  • Proses cukup lama
  • Keinginan untuk mebahagiakan lebih besar daripada keinginan untuk memiliki
  • Seks menjadi sesuatu yang hampir tak pernah terpikirkan
  •  Alasan untuk mencintai tidak jelas
  • Unconditional Love
  • Memendam rasa(mungkin untuk selamanya), bila mengungkapkanya dapat membuat orang yang dicintai kesusahan
  • Based on goodwill

True Love=Unintended,unconditional,unknown, and maybe unspoken

I love you. It’s not a weight you must carry around. I love you. It’s not a box that holds you in. I love you. It’s not a standard you have to bear. I love you. It’s not a sacrifice you have to make. I love you. It’s not an expectation of perfection. I love you. It’s not to make you change. I love you. It’s not even to make you love me. I love you. It’s as pure and simple as that. To me you’re like a growin’ addiction that I can’t deny

3 thoughts on “Tergila-gila vs Cinta Sejati

  1. hmmmm
    true love yang unintended kadang ada benarnya juga
    juga unspoken, karena cinta itu wilayah sunyi

    tapi

    keinginan untuk menyatu dengan sang kekasih itu juga hadir
    misalanya saja yang dilakukan oleh Ordo Mavlevi dalam tradisi sufistik
    mevlana chelleledin el rumi. the whirling dervish menggambarkan kerinduan untuk menggapai sang kekasih.

    kapan-kapan kita diskusikan lewat artikel
    saya sedang menulis yang baru : “karena perjalanan cinta itu tidak terukur”. untuk menggapai kekasih, jarak yang akan kita tempuh bukanlah satuan jarak yang kita kenal. tidak akan ada satu dua meter kita tempuh. melainkan perjalanan tanpa jarak, tidak terukur, meski sejatinya kita diam.

  2. vertigo madeleine says:

    sayang,
    eros bukan agape
    juga bukan felia
    eros tak selalu ingin berkenalan
    dengan dua orang sekaligus
    ia terlalu angkuh
    horisonnya tak seluas saudaranya
    agape dan felia

  3. bond says:

    kapan-kapan kita diskusikan lewat artikel
    saya sedang menulis yang baru : “karena perjalanan cinta itu tidak terukur”. untuk menggapai kekasih, jarak yang akan kita tempuh bukanlah satuan jarak yang kita kenal. tidak akan ada satu dua meter kita tempuh. melainkan perjalanan tanpa jarak, tidak terukur, meski sejatinya kita diam.>>konstanta cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s