Archive for the 'Poems and Arts' Category
Mendengar kata Iran tentu terbesit di kepala kita Ahmadinejad, Nuklir, dan Revolusi-nya. Berbagai hal lain seperti perang terhadap Irak, kepemimpinan yang semi diktator dan lain sebagainya. Sangat jarang kita membayangkan bagaimana dunia per-film-an Iran. Apakah sedinamis Indonesia yang bisa menghasilkan film-film keren yang bikin penasaran seperti Pintu Terlarang dan pada saat yang sama menghasilkan film [...]
Filed under: Poems and Arts, Sosial Politik | Leave a Comment
Berkenalan dengan Bahasa Rupa
Apakah Bahasa Rupa itu? Prof. Dr. Primadi Tabrani dari FSRD ITB secara sederhana menyebut Bahasa Rupa sebagai gambar yang bercerita. “Gambar” yang dimaksud disini tentu bukan saja lukisan tetapi segala karya visual manusia seperti lukisan, patung, atau ornamen dalam benda-benda yang ada di sekitar kita. Karya visual manusia oleh Profesor Primadi dibagi menjadi dua yaitu Ruang [...]
Filed under: Poems and Arts | Leave a Comment
Seandainya saja hati manusia sesederhana sistem windows…
Tinggal kuketikan C:>attrib +l +o +v +e *.you agar kamu bisa mencintaiku
Atau jika aku malu, aku bisa gunakan anonymous proxy untuk mengucapkannya
Atau jika aku sudah ingin berhenti memikirkanmu aku tinggal memasukanmu dalam daftar firewall
Akan aku defragment hatimu setiap hari agar cintamu selalu stabil
Akan kutanamkan password yang kuat dalam hatimu [...]
Filed under: Computer and IT, Poems and Arts, Relationship | 8 Comments
Layar Kata
Mei itu May
Seharusnya tidak ada yang istimewa di bulan Mei
Satu hari yang berbeda selain itu sama, seharusnya
Kejutan tak kuharapkan, tetapi selalu datang
Perasaan lain muncul juga
Aku pikir aku sayang dia
Tetapi takut aku masih
Perlahan-lahan rasa itu merayap dan meresap
Menunggu, mencoba memastikan
Berkata, sudah mulai aku coba
Bolehkah sayang?
- Jogjakarta, 19 Mei 2008
Picrasma Excelsa
Diam-diam aku mencoba berteriak lagi
Merepresi kesunyian, menindas [...]
Filed under: Poems and Arts | 1 Comment
Mencoba Emo dan English
I cry for the time that you were almost mine
I cry for the memories I’ve left behind
I cry for the pain, the lost, the mistake i have made
I cry for the times I thought I had you
I am sorry for you have to feel
Pain caused by my stupidness
I am sorry for you have to see
Tears [...]
Filed under: Poems and Arts | Leave a Comment
The Elephant and The Blind
Ada sebuah cerita yang mungkin bsia memberi pencerahan bagi anda…
Suatu hari ada 4 (lima) orang yang sudah buta sejak lahir sedang jalan-jalan di taman. Pada saat yang bersamaan sedang ada festival dan ada seekor gajah disana. Karena sejak lahir belum pernah melihat gajah mereka mencoba menerka bentuk gajah dengan memegang gajah itu. Orang pertama berkat, [...]
Filed under: Philosohpy, Poems and Arts, Science | 1 Comment
Saya, Mereka, dan Kenyataan
Saya menemukan kalimat baru, pernah mendengarnya dan membacanya tapi baru kali ini benar-benar saya perhatikan. Kata-kata dan spasi yang terangkai dalam kalimat itu adalah,”Seorang terpelajar harus berlaku adil sudah sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan” Kalimat diatas tentu tidak asing bagi anda yang telah membaca Bumi Manusia, bagian pertama dari Tetralogi Buru. Kalimat ini diucapkan [...]
Filed under: Philosohpy, Poems and Arts | 1 Comment
Anda tentu pernah membaca atau mendengar puisi dari Sapardi Djoko Damono yang judulnya Mencintaimu Secara Sederhana, yang kalau tak salah puisinya:
Biarkan aku mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada
(maaph kalo salah)
Seorang teman saya (Riyanto Lesmana a.k.a. Dedex) malam-malam [...]
Filed under: Philosohpy, Poems and Arts, Relationship | 13 Comments
San Siro FISIPOL
klik untuk melihat ukuran aslinya
SAN SIRO FISIPOL…. dramatisasi dengan photoshop
Filed under: Poems and Arts | Leave a Comment
Tags: photoshop, trick
Sajak Mimpi
Sajak Mimpi
Aku bermimpi
Tentang sebuah mimpi
Tentang orang yang memimpikan
Sebuah negeri impian
Adil tidak seperti negeri ini
Damai tidak seperti negeri ini
Tidak seperti kenyataan
Tidak seperti ini
Dalam impianku aku berjalan
Kunantikan datangnya keadilan
Tidak, bahkan keadilan tidak ada di mimpiku
Keadilan hanyalah kata dalam kamus
Aku terbangun…
Menjalani kembali segala keruwetan
ketidak-adilan, pembodohan, dan kebohongan
Menyadari aku mengharapkan yang tidak mungkin
- Jogjakarta, 15 September 2007
Maafkan Aku
Maafkan aku
Yang [...]
Filed under: Philosohpy, Poems and Arts | Leave a Comment
Silent Cry
Aku terlalu mencintaimu, meski kau bukan atau bahkan tak akan pernah menjadi miliku. Aku tetap mencintaimu. Kucoba untuk melupakanmu, mengganti pengganti dirimu. Tetapi dirimu bagaikan bayang-bayang di sore hari yang semakin membesar dalam pikiranku dan dalam hatiku. Aku mencintaimu, entah sejak kapan aku tahu apa itu cinta, entah sejak kapan aku menyadari rasa ini. Awal [...]
Filed under: Philosohpy, Poems and Arts, Relationship | 5 Comments
