Sosialisme Indonesia


 Socialism

“Hari depan revolusi Indonesia bukanlah menuju ke kapitalisme, dan sama sekali bukan menuju ke feudalisme… Hari depan Revolusi Indonesia adalah masyarakat adil dan makmur atau… Sosialisme Indonesia” – Manifesto Politik RI

Apa itu Sosialisme Indonesia? Menurut E. Utrech S.H. adalah Sosialisme yang di-Indonesiakan atau Indonesia yang disosialiskan. Daripada bingung kita kembali ke definisi Sosialisme Indonesia menurut Manipol, “Sosialisme yang disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang terdapat di Indonesia, dengan alam Indonesia, dengan rakyat Indonesia, dengan adat-istiadat, dengan psikologi, dan kebudayaan rakyat Indonesia.”

Definisi diatas diawali dengan “Sosialisme yang disesuaikan…” Disesuaikan, tetapi tetap sosialisme. Mari kita gunakan penggambaran Njoto tentang apa itu penyesuaian. Bayangkan seorang pelukis dari Bali menggambar gunung Everest, atau Grand Canyon, pasti terdapat gaya yang Bali, pengolahan ala Bali, dan prespektif ke Balian dalam lukisan tersebut. Tetapi tetap, yang dilukis adalah gunung Everest atau Grand Canyon bukan gunung Kelud apalagi Gunungkidul.

Sosialisme adalah susunan sosial atau sistem masyarakat yang berdasarkan atas pemilikan bersama faktor produksi. Ingat, kepemilikan bersama hanya atas faktor produksi, jadi bukan atas kasur, pakaian, rumah, sepatu, dll. Dalam sosialisme produksi dilakukan secara sosial dan hasilnya dinikmati secara sosial. Jadi tidak seperti kapitalisme yang produksinya dilakukan secara sosial (hitung saja berapa buruh yang ada di pabrik sepatu, rokok, konveksi, dll) tetapi hasilnya dinikmati segelintir orang saja, jadi tidak sinkron dan asosial.

About these ads

18 thoughts on “Sosialisme Indonesia

  1. Herman Guritno (Aktivis DPC GmnI Yogyakarta) says:

    Merdeka Indonesia!
    Salam Sejahtera..
    Ass Wr Wb..
    Melihat tulisan yang mengumandang, terasa jelas dan yakinlah saya pada suatu kesimpulan bahwa cita-cita tentang Sosialisme Indonesia sebenarnya memang mendarah daging sampai saat ini. Saya pun menyadari bahwa cita-cita tentang Sosialisme Indonesia memang sebenarnya hidup dan benar-benar mengakar di jiwanya Indonesia. Perkataan Tata-tentrem, Kerta Rahardja gemah Ripah Loh jinawi yang menjadi simbol dari Bangsa Indonesia pun menjadi bukti bahwa Sosialisme Indonesia memanglah tujuan daripada Bangsa Indonesia. Bukan Kapitalisme, juga bukan Feodalisme yakni Sosialisme indonesia, lebih tepatnya Sosialisme ala Indonesia seperti yang pernah disampaikan oleh Bung Karno dalam Manifesto Politik RI.
    Yang mengherankan tentu mengapa setiap kali kita mendengar kata tentang Sosialisme Indonesia, terbenak tafsiran yang mungkin saja berlainan maksud dengan pengertian Sosialisme ala Indonesia itu dan bahkan disengaja disalahtafsirkan oleh oknum-oknum yang memang gandrung akan kebencian dan perpecahan. Apa namanya kalau bukan seorang pemecah belah jikalau ia sengaja menyalahtafsirkan Sosialisme Indonesia itu tanpa melihat bahwa Sosialisme Indonesia dengan nurani terbuka, yang karena tujuan-tujuan tertentu menyalahtafsirkan Sosialisme Indonesia yang dulu digelorakan di mukanya Indonesia oleh Presiden Pertama RI, Ir Soekarno dan sebagian Tokoh-Tokoh Bangsa Indonesia di masa yang lampau.
    Sosialisme Indonesia seperti apa yang disebut di dalam artikel tersebut sering disebut juga Sosialisme Religius yang menurut E. Ultrech S.H. adalah Sosialisme yang di Indonesiakan atau Indonesia yang disosialiskan. Ya, Sosialisme ala Indonesia itu muncul di dalamnya jiwa seluruh rakyat Indonesia, tumbuh subur didalam kebudayaan, adat-istiadat Indonesia semenjak dahulu kala, meskipun Sosialisme itu tidak seratus persen diterapkan oleh perilaku bangsa Indonesia. Disebut sebagai Sosialisme Religius itu pun merupakan cerminan dari masyarakat Indonesia yang religius. Jadi salah besar bila Sosialisme Indonesia digambarkan sama dengan Sosialisme di negara-negara lain yakni Sosialisme yang menolak Pluralisme Demokratis. Justru sebaliknya, Sosialisme Indonesia adalah sangat menjunjung Pluralisme Demokratis itu, yakni menjunjung tinggi keberagaman yang ada di bumi Indonesia. Apa sebabnya Sosialisme itu sampai sekarang tidak bisa benar-benar diterapkan seratus persen di Indonesia, meskipun sudah tertanam dalam di sanubari orang per orang rakyat Indonesia?. Dahulu kala saat Indonesia belum dikungkung yang namanya sistem kolonialisme dan imperialisme, Indonesia terjebak di dalam sistem Feodalisme. Feodalisme itu lahir karena mental, mental yang terbangun karena adanya pola berfikir yang salah, pola berfikir yang minimnya pengetahuan, pola berfikir yang masih pada berorientasi pada ilusi-ilusi dan ketakutan akan sesuatu dan pola berfikir yang tidak berorientasi pada kesadaran akan persamaan derajat seluruh umat manusia di Indonesia dan di dunia.
    Feodalisme yang kemudian melahirkan sistem Kapitalisme karena adanya proses dialektika makin menambah rintangan menuju cita-cita Sosialisme Indonesia seratus persen, yakni Sosialisme Indonesia yang sejati yang tentu bertambah pula penderitaan rakyat Indonesia. Bertambah suburlah pula mental bangsa Indonesia yang berorientasi pada nilai-nilai di atas, mental yang menerima nasib dan kelemahannya itu, yang menerima adanya “antara atas dan bawah”,sehingga semakin terjebak oleh determinasi pola berfikir tadi. Cita-cita Sosialisme Indonesia pun akhirnya belumlah kita sampai padanya. Dapatlah digambarkan cita-cita Sosialisme Indonesia itu, Sosialisme yang menghendaki kemerdekaan, persaudaraan dan persamaan diseluruh umat manusia, Sosialisme yang sesuai dengan Pancasila, yang merupakan nilai-nilai luhur asli Bangsa Indonesia bukan gambarannya Sosialisme yang selama ini disalahtafsirkan.
    Mari lanjutkan dan sempurnakan Bangsa ini ke arah Sosialisme Indonesia itu. Sosialisme Indonesia itu anti perpecahan, maka hadang semua usaha-usaha yang kian membahayakan Persatuan Nasional. Indonesia adalah satu, yakni persatuan dari sabang sampai merauke.
    Bangkitkan Mental!
    Bangkitkan Persatuan!
    Bangkitkan Indonesia!
    Merdeka Indonesia!
    Wass..
    Salam Sejahtera..
    Herman Guritno (Kepala D.P.O DPC GmnI Yogyakarta)

  2. Muhammad Nuzul says:

    Kaum Progreisf Indonesia, bangkit hancurkan Feodalisme, Kapitalis Birokrat dan Imperialisme !

    Dari
    Moh.Nuzul
    SPHP Sulawesi Tengah

  3. ibnu1edy says:

    mungkin sistem sosialisme religius itu kaya hafizh asad ama shaddam hossein ama gamal abdul nasser (yang udah nggantung sayyid Quthb) kali yaa. ^_^

  4. otong abdurrahman says:

    sosialisme Indonesia, kebersamaan, gotong royong, berjamaah, kepemilikan pribadi pada hakekatnya harus dibagi. Pemerintah punya kewajiban membagi dan memeratakan kekayaan yang menumpuk pada segelintir orang dengan cara kebijakan dan program yang adil.

  5. Jawaban dari sistem yang terjadi pada negeri ini bukan sebuah FEODALISME, juga bukan sebuah KAPITALISME….

    Tetapi sebuah SOSIALISME yang sudah mendarah daging pada masyarakat Indonesia. Jangan jadikan hal tersebut hanya sebuah wacana Mari kita realisasikan KAwan-kawan.

    Salam Pembebasan….

    dari
    FDWK dan Persma Awake!
    (FH UNPAD)
    Bandung

  6. tikanian says:

    Memang sosialisme tidak seburuk yang di duga banyak orang, buktinya masih ada orang-orang yang mendukung hidupnya lagi sosialisme di bumi pertiwi.

    Ohya adakah teman-teman mengetahui buku apa yang bagus membahas sosialisme di Jerman?

  7. sosialisme indonesia agk susah ngbangunx, hanya merupkn mmp2 kosong yg cendrung menjd idealisme utopian. selama kita masih memelihara paham2 sempit kita. kebangsaan adl suatu integrasi tanpa unsur paksaan didlmnx dan yang mana setiap manusia juga dapt dijamin haknya.

  8. surya says:

    kata-kata seperti sosialisme,nasionalisme hanya dapat di ungkapkan dikumandangkan secara jelas, tegas dan terperinci dan bukan berupa teori atau defenisi saja akan tetapi orang telah menyatakan ungkapan- uangkapan tersebut yang pertamalah.Yang hanya memahmi akan makna dan arti daripada kata-kata seperti itu.orang yg pertama mengukapkan kata tersebut hanyalah sebagai batu loncatan bagi generasi penerus yang merasa tergandrungi olehnya

  9. Prihandoyo Kuswanto says:

    Menyimak Tulisan diatas dan pernyataan ” E. Ultrech S.H. adalah Sosialisme yang di Indonesiakan atau Indonesia yang disosialiskan. Ya, Sosialisme ala Indonesia itu muncul di dalamnya jiwa seluruh rakyat Indonesia, tumbuh subur didalam kebudayaan, adat-istiadat Indonesia semenjak dahulu kala, meskipun Sosialisme itu tidak seratus persen diterapkan oleh perilaku bangsa Indonesia.”yang saya tidak paham mengapa bicara Sosialisme tidak dimulai dari Preambul UUD 45 , yang secara hukum dan kesepakatan sebagai sumber hukum ,padahal E’Ultrech SH sebagai orang hukum. Dekalrasi Kemerdekaan Indonesia secara Roh adalah Sosialis , pertanyaan nya apakah mungkin jika Cita-cita Indonesia , Visi Indonesia Pancasila , diletakan pada Kapitalisme dan Neoliberalisme ? Mengapa Sebab Visi Indonesia itu adalah Sosialisme Indonesia. bukan sosialisme yang di Indonesiakan , itu kan karena banyak makan buku nya Marx ,Sosialisme itu Justru yang pertama adalah Masjid ! Islam itu jauh sebelum tokoh sosialis itu ada Islam sudah menerapkan , jadi sangat keliru kalau Sosialis Indonesia tidak ada , apa perna baca ajaran Kiai Samin , belanda pun mengakui tahun 18 an itu sudah mengenal . kita saja yang tidak perna menggali dari bangsa sendiri.

  10. ajidu says:

    kapitalis menghancurkan rakyat kecil dan orang miskin,peodalis lebih parah lagi,yang cocok buat kemakmuran ya mungkin sosialislah ya

  11. kaum proletar says:

    1.Tanya pak….. kira2 apa bedanya Soekarno dengan Marhaenismenya dan Muhammad dengan Al-qurannya ?
    2.Kira 2 mana yang lebih ideal ya pak ?

  12. Jauh sebelum Revolusi Oktober di Rusia, Ketika bangsa-bangsa barat sampai detik ini bercita-cita melahirkan sistem ekonomi-sosial yang manusiawi, kita sudah mempraktikannya. Sisa-sisanya masih dirasakan di desa-desa tertentu, di kampung halaman orang tua kita. Kita sudah pernah hidup dalam sosialisme, bahkan kondisi ideal komunisme sudah pernah dialami orang Minangkabau zaman dahulu. Imperialisme barat dan fasisme agama yang membuat kita tidak melanjutkan hal luhur itu. Sosialisme bagi Indonesia adalah harga mati!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s