Kesempatan kadang membutakan. Judi memberikan kepada semua orang kesempatan dan terbutakanlah banyak orang akibat judi.
Bahkan Yudhistira, tokoh wayang dari keluarga Pandhawa yang dikenal bijaksana dan lemah lembut ini terbutakan oleh kesempatan tersebut. Pada suatu hari, Raja Hastinapura yang berasal dari keluarga Kurawa mengundang Yudhistira dalam sebuah permainan dadu. Seluruh Pandawa memperingatkan Yudhistira bahwa semua itu hanyalah jebakan Sengkuni.
Tetapi Yudhistira tetap maju, dia tidak melihat Sengkuni atau siapun akan menjebak dia. Yang dia lihat hanya satu hal – Kesempatan. Dua buah dadu selalu memberi kesempatan yang sama bagi setiap orang, paling tidak itulah yang ada di pikiran Yudhistira.
Yudhistira, raja Indraprastha, anggota tertua dari para Pandawa, duduk di satu sisi meja. Empat saudaranya duduk mendampingi pada sisi meja yang sama. Kelimanya harap-harap cemas. Pada sisi yang lain, duduklah Sangkuni, paman para Kurawa, dengan didampingi Duryudhana dan Dursasana. Matanya berkilat-kilat liar, keji, licik. Dua buah dadu telah tersedia di tengah-tengah meja.
Taruhan telah ditetapkan. Mulanya hanya kecil saja, sekedar perhiasan dan sejumlah uang. Dadu-dadu dilemparkan. Sangkuni, sang penjudi handal, menang. Yudhistira, sang raja jujur yang tak berbakat curang, kalah.
Sehingga ketika pertama kali diputar Yudhistira kalah, dia tetap melanjutkan permainan. Masih ada kesempatan! Mungkin itulah yang ada di dalam pikiran Yudhistira. Dan diapun tetap melanjutkan permainan. Permainan dilanjutkan, taruhan diperbanyak. Tapi takdir telah ditentukan hari itu. Sangkuni selalu menang, Yudhistira selalu kalah.
Atas nama kesempatan, Yudhistira telah kehilangan banyak hal, harta, benda, istana, dan kerajaan. Yudhistira bahkan mempertaruhkan adik-adiknya dan juga dia sendiri. Hingga dia mempertaruhkan harta terakhirnya, Drupadi, istri para Pandawa. Wanita tercantik dalam jagad Kurusetra yang dilahirkan dari api suci. Yudhistirapun tetap kalah, untuk yang terakhir kalinya.
Kekalahan Yudhistira disambut gembira oleh Dursasana. Dalam sekejap dia berlari meraih Drupadi dan menyeret rambut Drupadi yang elok bagaikan air terjun nirwana. Drupadi yang berdiri di tengah meja judi dipermalukan habis-habisan oleh Duryudhana dan Dursasana. Drupadi nyaris ditelanjang, akibat Yudhistira dan kesempatannya.
Neo-liberalisme bukanlah judi, tetapi memiliki satu kesamaan. Mereka memberi kesempatan yang terlihat sama bagi semua orang untuk mendapatkan apa yang dia mau. Sudah merupakan sifat dasar manusia untuk menginginkan banyak hal. Karena itulah semua yang memberi kesempatan besar sangat digemari manusia.
Di dalam neo-liberalisme, para pemimpin negeri ini rela mempertaruhkan segalanya atas nama kesempatan. Bagaikan Yudhistira yang terbius angin surga kesempatan, pemerintah menyerahkan sumber daya alam negeri, kedaulatan, bahkan warga negaranya sendiri untuk diatur mekanisme internasional.
Bagaikan Drupadi, warga negara republik ini hanya bisa terdiam sambil menangis ketika mekanisme kapitalisme menyeret dan mempermainkan kita. Entah untuk dijadikan pekerja murah di luar negeri ataupun untuk diperas di negeri sendiri. Bagaikan Drupadi, warga negara republik ini kebingungan ketika pemerintah tidak banyak bertindak untuk menyelamatkan kita. Yudhistira kita telah menyerahkan dirinya.
Tetapi kisah Drupadi diatas belum selesai – menurut salah satu versi. Drupadi yang hendak ditelanjangi oleh Dursasana memohon bantuan kepada Dewa Krisna. Akhirnya Krisna menjawab doa Drupadi dengan memperpanjang busana yang dikenakan Drupadi sehingga sebanyak apapun Dursasana merenggut busananya, Drupadi tetap berbusana tebal. Hingga akhirnya Dursasana ambruk kecapekan.
Momentum ini digunakan Drupadi untuk menyelamatkan dirinya dan suami-suaminya. Drupadi mengajukan pembelaan yang sebenarnya juga merupakan teguran bagi para Pandhawa yang hanya bisa diam saja. Pembelaan ini diterima oleh pemimpin Kurawa, Destarata. Hasil judi dadu dinyatakan tidak sah dan Pandhawa serta Drupadi dibebaskan dari segala kewajiban hasil judi dadu.
Rakyat , sebagai Drupadi-Drupadi negara ini pada dasarnya adalah kekuatan yang mampu menghentikan atau memulai segala hal. Perubahan yang tentunya untuk kehidupan yang lebih baik tidak dapat hanya diserahkan begitu saja kepada para pemimpin. Dimanapun rakyat dijadikan korban, mereka harus bangkit dan melawan.
Minggu, 17 Mei 2009. Pagi hari, eh bukan, tapi dini hari terbangun di hari yang memang sudah saya nantikan. Kenapa? Hari ini saya berencana berpiknik ria ke suatu tempat yang sebenarnya sangat dekat tetapi selama saya di Jogja belum pernah kesana. PRAMBANAN.
Lalu apa kaitannya dengan sandwich? Teman saya menganjurkan saya untuk membawa bekal yang sekaligus sebagai sebuah surprise dan bekal tersebut adalah roti lapis berisi atau yang biasa disebut dengan sandwich. Tadi malam saya sudah menyempatkan diri membeli roti tawar tanpa pinggiran cap Borobudur yang harganya 6.900 rupiah. Saya hanya membelinya, tanpa berfikir bagaimana cara membuatnya.
Hingga pagi hari ini, saya baru sadar di rumah ini tidak ada bahan-bahan yang memadai untuk membuat sandwich. Tidak ada telur, karena saya berencana membuat egg-sandwich. Mentega pun tak ada. Tetapi ada ayam goreng sisa kemarin, akhirnya untuk sarapan roti lapis tersebut saya isi dengan potongan ayam goreng, sudah itu saja.
Entah kenapa saya menulis blog ini… semoga perjalanan saya sukses hari ini…
Berita mengejutkan, dosen jenius sekaligus konyol UMY yang juga alumni Hubungan Internsional UGM, Harwanto Dahlan, meninggal dunia pada hari Kamis, 30 April 2009. Berita lengkapnya dari muhammadiyah online:
Yogyakarta- Setelah beberapa waktu sempat dirawat di Rumah Sakit, Staf pengajar Fisipol Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Harwanto Dahlan (51), akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada pukul 19.50 WIB tadi malam, Kamis (30/04/2009) di Jogja International Hospital.
Dosen yang selalu tajam mengkritik kebijakan pemerintah dengan guyonan khasnya ini, meninggalkan satu istri Endang Sri Widarningsih, dan tiga orang anak Hasri, Bastian, dan Ikhlasul Rais. Rencananya, Jum’at siang pukul 14.00 nanti, Almarhum Harwanto Dahlan akan dimakamkan di pemakaman Cepoko Jajar Stitimulyo Piyungan, Bantul. Sedangkan rumah duka beralamatkan di Jl.Wonosari, Gandu Sendang Tirta, Berbah, Sleman. Tepatnya di belakang SD Muhammadiyah Gandu, dekat dengan pondok Pesantren Ibnul Qoyyim (sebelah timur Jogja TV ke selatan sekitar 600 meter).
Dosen yang Ndagel
Alumnus Northeastern University, Boston, Massachusetts, USA ini , dikenal dekat dengan mahasiswanya karena sifat humorisnya yang selalu mewarnainya dalam setiap mengajar, gaya ndagel (melucu) juga terkesan di setiap mengisi pengajian, dan penampilannya di program komedi situasi Jawa di TVRI Jogja (pangkur jenggleng). Tulisan alumni SMU Negeri 4 ini sering menghasi harian Kedaulatan Rakyat, juga terkenal tajam terhadap kebijakan pemerintah dengan bumbu-bumbu sindiran yang menggelikan. Harwanto Dahlan juga salah seorang penggemar situs jejaring sosial (Facebook), dengan alamat h_dahlan@hotmail.comAlamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya , walau belum terlalu lama ikut dalam Facebook, tetapi halaman Harwanto cukup familiar di kalangan mahasiswanya, dan sampai saat ini, ucapan belasungkawa terus mengalir di halaman Facebook-nya. Berikut data pribadi yang terekam di halaman Facebook Harwanto Dahlan ;(mac)
Basic Information
Networks: Indonesia
Sex: Male
Birthday: February 7 1958
Hometown: Yogyakarta, Indonesia
Relationship Status: Married
Looking For: Friendship, Networking
Political Views: Apolitical
Religious Views: Muslim
Personal Information
Activities: Teaching, TV Presenter, Seminar Moderator, Entertainer.
Interests: Movies, Current Affairs, Globalization.
Favorite Music: Easy Listening
Favorite TV Shows: Cartoons
Favorite Movies: Action Movies, James Bond except Craig.
Favorite Books: Politics
Favorite Quotations: “Don’t put until tomorrow what you can do today”
About Me: Low profile Javanese, warm friend, good joker.
Email: h_dahlan@hotmail.comAlamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
Current Address: Jalan Lingkar Barat, Yogyakarta, Indonesia 55183
AIM: Renovin
Website: http://harwantodahlan.multiply.com, http:// h_dahlan@hotmail.comAlamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
Education and Work
Grad School:* Northeastern ‘92,(International Relations)
College: * Gadjah Mada University ‘86 (International Relations)
High School: * SMAN 4 Yogyakarta (Empat Be) ‘77
Employer: Muhammadiyah University Yogyakarta
Position: Lecturer
Time Period: June 1986 – Present
Selamat jalan… Saya turut berduka cita…
Hari ini, 24 April 2009, selepas sholat jum’at di masjid Prayan saya menemukan selebaran promosi haji bank BTN Syariah. Awalnya saya tidak begitu tertarik dengan selebaran itu, tetapi toh saya tetap membacanya… dan saya tidak merasa rugi karena ternyata di dalam brosur itu disebutkan juga produk-produk BTN syariah lain dan yang paling menarik mata saya adalah produk Batara Wadiah.
Tabungan wadiah lebih bersifat seperti titipan uang, karena tidak dipungut biaya administrasi apapun, dan disisi lain tidak terdapat bunga atau bagi hasil apapun. Tabungan ini berbeda dengan model tabungan mudharabah yang masih memiliki bagi hasil. Lalu apa untungnya? Ya tabungan ini hanya sebagai titipan tok, supaya uang lebih aman mungkin.
Saya ternyata berhasil terperdaya brosur tersebut hingga akhirnya saya langsung meluncur ke Bank BTN Syariah di Ring Road Utara untuk bertanya. Setelah bertemu dengan Custumer Service, saya dijelaskan bahwa tabungan wadiah juga memiliki peluang bonus yakni ketika bank mendapatkan keuntungan yang besar. Tetapi bonus ini tidak dijanjikan dan tidak pasti. Saya sebenarnya tidak peduli mau ada bonus atau tidak.
Saya pun akhirnya membuka tabungan Batara Wadiah yang saldo pembukaannya minimal hanya 50.000 itu. Tabungan ini saya buka dengan tujuan sebagai dana simpanan untuk biaya nikah dan anak pertama. Ya, nggak salah kan menyiapkannya dari sekarang
….
Toh daripada di bank konvensional dengan tabungan konvensional dimana tinggi sekali biaya administrasinya, bahkan ibu saya menghitung setiap tahunnya kehilangan hampir 350ribu untuk biaya bank ibu dan ayah saya. Padahal bunga yang didapat juga sangat kecil. Info lebih lanjut silahkan klik link ini

Pemilu indonesia tahun 2009 menuai banyak sekali masalah, mulai dari minimnya sosialisasi, tertukarnya surat suara antar daerah pemilihan, hingga lambatnya rekapitulasi berbasis IT. Tetapi salah satu kesalahan fundamental adalah masalah Daftar Pemilih Tetap (DPT), dikatakan masalah fundamental karena berkaitan dengan hak warga negara menentukan masa depannya. Konon katanya terdapat 10juta warga negara kehilangan hak pilihnya. Masalah DPT ini juga sangat dekat dengan kita, karena hampir setiap keluarga besar di Indonesia terdapat satu dua orang yang tidak masuk DPT. Dari keluarga kakek saya yang memiliki 11 orang anak terdapat 2 orang yang tidak masuk DPT.
Disini saya tidak akan membahas aspek politis dan hukum dari DPT ini. Tetapi lebih pada masalah teknis sekaligus mencoba untuk memberi solusi.
Mari kita mulai dari asal usul DPT, menurut undang-undang DPT berasal dari Data Penduduk Potensi Pemilih (DP3) dan Nomor Induk Kewarganegaran (NIK) yang dapat anda lihat di KTP anda. DP3 dan NIK disediakan oleh pemerintah dalam hal ini Departemen Dalam Negeri. Lalu apa tugas KPU, Mahfud MD mengatakan tugas KPU adalah sebagai validator data-data tersebut. Apa yang dimaksud dengan validasi? Jadi dalam hal ini KPU bertugas untuk memastikan bahwa data tersebut benar-benar ada dan benar-benar memiliki hak pilih.
Setelah mengetahui sistematika tersebut, pertanyaan selanjutnya adalah kenapa orang mati dan balita bisa masuk DPT sedangkan pak RT yang masih gagah bisa tidak masuk DPT? Sebagai seorang yang mengimani teknologi, saya pikir kesalahan terjadi karena KPU melakukan verifikasi secara manual danterlalu mengharapkan warga sendiri yang memverifikasi. Hampir setiap kali anggota KPU ditanyai masalah DPT selalu mengungkit bahwa KPU sudah memasang daftar DPT sementara (DPS??) di Kelurahan. Inilah kesalahan terbesar KPU, memang sudah bagus menempel DPS di Kelurahan tetapi mengharapakan warga datang dan melakukan verifikasi sangatlah sulit dibayangkan. Setiap orang punya kesibukan sendiri-sendiri dan pergi ke Kelurahan untuk melihat nama kita dari ratusan atau bahkan ribuan nama tentu akan sangat melelahkan.
Lalu apa solusinya? Sekali lagi sebagai seorang yang mengimani teknologi, saya yakin terdapat solusi yang relatif canggih tanpa menuntut pembangunan SDM dan infrastruktur besar-besaran.
Kita mulai dari KTP, sebuah kartu yang (seharusnya) dimiliki setiap warga negara republik ini yang sudah boleh menonton film dewasa (baca:berusia 17 tahun keatas). Setahu saya sekarang pembuatan KTP menggunakan sistem online dan langsung terintegrasi dengan database kependudukan Indonesia. Saya yakin sistem ini telah berjalan karena memang berfungsi untuk menentukan NIK agar tidak ada dua orang yang memiliki NIK yang sama.
Lalu bagaimana cara menentukan DPT? Tentunya dengan mengambil data warga berdasarkan kategori DPT, saya kurang begitu tahu tapi setahu saya adalah mereka yang 1) Hidup 2)berusia 17 tahun 3)bukan militer aktif. Dari data KTP paling tidak kategori nomer 2 sudah dapat diketahui sebagian pemilih tinggal memisahkan mana yang militer aktif dan yang sudah meninggal.
eh sudah dulu, tagihan warnet menuntutku menghentikan ini untuk sementara… lanjut lagi kapan2… susah juga kalo ga ada komputer di rumah…
![]()
Salah satu berita yang cukup menarik bagi saya minggu ini adalah tentang konflik antara Pertamina dan DPR. Peristiwa yang diawali pada sebuah rapat pada tanggal 10 Februari 2009 di gedung Nusantara I lantai 1 antara Komisi VII dengan Direksi Baru pertamina yang dipimpin oleh Karen Agustiawan. Saya sendiri belum melihat jalannya keseluruhan rapat tersebut tetapi yang jelas rapat tersebut memang melenceng dari agenda sebenarnya yang bertema “Pelaksanaan Fungsi Pengawasan” menjadi interogasi terhadap kelayakan jajaran direksi yang baru.
Konflik semakin meruncing setelah pada tanggal 13 Februari 2009 Sekretaris Perusahaan Pertamina melayangkan surat kepada DPR yang menyatakan keberatan dengan rapat yang dianggap tidak efektif karena bukannya membahas presentasi Pertamina tetapi malah lebih tentang proses penunjukan Direktur Utama dan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (persero), bahkan mempertanyakan kelayakan dan kemampuan mereka.
Surat ini langsung memicu kemarahan DPR yang merasa tidak dihormati dan dilecehkan, DPR merasa berhak untuk mempertanyakan apapun terhadap Pertamina yang berstatus BUMN itu.
“Pertanyaan itu kan termasuk dalam fungsi pengawasan. Dalam pengawasan tentu saja kita sah dong mempertanyakan kenapa Anda (Karen) ditunjuk. Kemudian, bagaimana Anda bisa tunjukan kemampuan, bisa pimpin perusahana negara. Harusnya dia bisa jawab dengan berikan kinerja. Kalau meyakinkan kita berarti dia punya kemampuan,” tegas Sony Keraf http://bisniskeuangan.ko………tpam.oleh.DPR
Sebenarnya DPR memang berhak untuk mempertanyakan apa saja, tetapi surat yang dilayangkan Pertamina menurut saya cukup masuk akal dan mungkin mewakili kegeraman banyak pihak (termasuk saya) terhadap kinerja DPR.
Saya mengatakan surat itu masuk akal karena pertama, meskipun siapapun boleh mempertanyakan apapun kepada siapapun di negara ini tetapi DPR perlu ingat bahwa mereka bekerja dengan tugas tertentu dan tujuan tertentu serta seharusnya dengan target deadline tertentu. Jika dari awal sudah ada tema untuk suatu rapat tentang apa yang harus dibahas ya seharusnya bagian itu dulu yang dibahas sampai selesai, baru setelah itu DPR bisa melakukan tanya jawab soal direksi, itupun sebaiknya setelah direksi itu berjalan beberapa waktu. Mungkin inilah kenapa kuantitas legislasi DPR sangatlah buruk termasuk diantaranya belum selesainya pembahasan RUUK DIY. Selain kuantitas yang minim, kualitas legislasi DPR juga sangat memprihatinkan mengingat sebagian lebih dari setengah dari produk legislasi yang dihasilkan DPR merupakan legislasi pemekaran wilayah (yang bermasalah) serta ratifikasi perjanjian internasional dan penetapan PERPU. Ketiga produk diatas sendiri sulit dikatakan sebagai produk asli DPR mengingat tiga produk tersebut sebenarnya limpahan dari Pemda dan DPRD, Deplu, dan pemerintah.
kedua, mungkin sudah diketahui oleh umum bahwa performa Pertamina jauh lebih baik daripada DPR. Selain itu Pertamina juga memberi sumbangan yang cukup signifikan pada APBN. Dengan kata lain sebagian dari gaji dan fasilitas DPR berasal dari uang yang dicari Pertamina. Normalnya, kalau orang yang belum ahli dikritik oleh yang lebih ahli maka dia akan terpacu untuk bekerja lebih baik. Tetapi kita lihat sekarang, tiap hari rapat selalu sering kosong karena para anggota DPR yang (seharusnya) terhormat itu pergi kampanye.
Ya, entah menurut anda.. tetapi yang pasti… Saya malu hidup di negara yang memiliki anggota DPR seperti ini… Buat bu Karen, sabar dan semangat ya bu.. Pertamina memang belum bisa menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, semoga anda bisa membuatnya lebih baik…

nice tips yang agak terkubur dari http://www.dakiunta.com/content/tips-menyelamatkan-bumi-kita
A I R
01. Pemakaian air kita :
Sikat gigi : dengan keran, 1 menit = 6 L
dengan gelas = ½ L
WC flush : single flush = 6 L
dual flush = 3 L
untuk buang air kecil, tekan flushing kecil
untuk buang air besar tekan flushing besar
Cuci mobil :
dengan ember = 75 L
dengan selang = 300 L
cuci mobil/siram tanaman dengan selang selama 30 menit = 180 L
Mesin cuci : front loading = 100 L
top loading = 150 L
Cuci piring : keran (15 menit) = 90 L
baskom = 45 L
02. Keran / WC bocor, per hari membuang air sia-sia 100 L
03. Rata-rata pemakaian air di Indonesia, per orang per hari 144 L = 8 galon, sedang di kota per orang per hari 250 L = 13 galon
04. Pemakaian toilet shower lebih irit air daripada gayung
LISTRIK
01. Matikan alat listrik saat tidak digunakan. Jangan biarkan alat listrik berada pada kondisi stand by, lepaskan kabel dari stop kontak. Gunakan stop kontak dengan tombol on / off agar tidak perlu repot mencabut/memasang kabel.
02. Pada kondisi stand by, alat elektronik masih menggunakan listrik sebesar 5 watt. Membiarkan TV, computer, tape, DVD player pada kondisi standby selama 8 jam/hari berarti :
- melakukan pemborosan listrik sebesar 160 watt/jam/hari
- memboroskan uang sejumlah Rp. 35.000,- / tahun
- memboroskan emisi 43 kg CO2 / tahun
03. Hematlah listrik terutama pada pk. 17.00 – 22.00 karena pada saat itu semua peralatan listrik pada umumnya dipakai.
04. Pakailah lampu hemat energi jenis CFL yang ditandai dengan lpw (lower per watt). Semakin tinggi lpw nya, semakin effisien lampu tersebut. Pilih ampu CFL dengan lpw lebih besar untuk watt yang sama
KOMPUTER
01. Monitor komputer : jenis LCD lebih hemat energi daripada jenis CRT.
Jenis LCD : memerlukan 40 watt dan 3 watt saat stand by
Jenis CRT : ” 120 watt dan 20 watt saat stand by
02. Laptop lebih hemat energi daripada PC.
Laptop memerlukan 60 watt sedang PC 200 watt bahkan lebih untuk merk tertentu.
03. Matikan printer jika tidak digunakan
A C
01. Pemakaian AC
Ruangan A C Daya
10 – 14 m2 ½ PK 400 – 600 watt
14 – 18 m2 ¾ PK 600 – 900 watt
16 – 24 m2 1 PK 900 – 1.200 watt
24 – 36 m2 1 ½ PK 1.200 – 1.900 watt
36 – 48 m2 2 PK 1.900 – 2.700 watt
02. Pakai AC dalam ruangan tertutup agar energi tidak terbuang percuma.
H P
01. Saat mengisi ulang baterai HP, hanya 5% energi listrik yang masuk ke HP, yang 95% terbuang percuma. Kurangi pemborosan listrik dengan segera mencabut charger jika baterai HP sudah penuh.
KERTAS
01. Kurangi sampah dengan mengurangi penggunaan kertas untuk menyelamatkan hutan. Setiap hari sampah kertas di dunia berasal dari 27.000 batang kayu.
02. Pada jaman elektronik ini, penghematan kertas dapat dilakukan dengan mengirim berita-berita maupun undangan lewat internet/email.
03. Pakai kertas dengan 2 sisi (bolak-balik) .
04. Kertas yang telah dipakai 2 sisi (bolak-balik) dan sudah tak terpakai lagi, kumpulkan dan berikan pada pemulung untuk dijual sebagai bahan kertas daur ulang.
05. Pakai lagi amplop dengan membaliknya, hal itu tak akan mengurangi rasa hormat anda pada penerima surat anda.
06. Pilih isi ulang pulsa dengan yang elektrik bukan gesek untuk menghemat penggunaan kertas.

Dunia IT tak pernah lepas dari dunia jaringan, dan ketika sebuah computer terhubung dengan sebuah jaringan maka dia bisa berkomunikasi dengan komputer atau server lain. Tergantung bagaimana bentuk dan privilege yang dia miliki dalam jaringan tersebut.
Sebuah komputer dapat berkomunikasi dengan komputer lain (mengirim file, membaca data) dengan menggunakan port yang tersedia. Port yang saya maksud disini adalah poin dimana prosessor berkomunikasi dengan komputer lain, bukan port yang digunakan untuk berkomunikasi dengan hardware lain seperti port USB atau PS/2. Port disini lebih bersifat software dan virtual.
Dalam jaringan komputer semisal yang menggunakan protokol TCP (protokol standart saat ini), ketika komputer mengirim atau meminta suatu data, maka dia akan membuka port tertentu dan kemudian mengirimkan data ke port tertentu. Alamat port berupa integer, atau nomer yang berukuran 16 bit, yaitu antara 0 sampai 65535. Sebagai contoh jika kita akan berkomunikasi dalam sebuah jaringan yang tertutup proxy biasanya kita diminta untuk mengarahkan ke port tertentu, biasanya port 8080. Beberapa port tertentu memang sudah dikhususkan untuk urusan tertentu, misalnya port 110 untuk media komunikasi POP3 (email).
Check this blog…
Apa hubungan antara mereka bertiga? tidak ada… ya memang tidak ada…Tulisan hanya akan menunjukan jumlah query 3 kata diatas dalam google. Untuk itu mari kita lihat grafik di bawah…

Keterangan:
- Merah: Palestina
- Kuning: Obama
- Biru : Maria Ozawa
Dari grafik diatas terlihat isu Palestina tidak pernah dipedulikan orang jika Israel sebelum serangan tersebut terjadi. Grafik berikut memperlihatkan lebih detail hari-hari menjelang serangan terjadi.

Terlihat bahwa orang-orang masih mencari nama Maria Ozawa apapun yang terjadi. Sedangkan Query Palestina hanya dicari ketika event tertentu. Entah apa pendapat anda tapi yang saya lihat dari grafik diatas adalah konsistensi para pemerhati Palestina kalah jauh dibanding pencari Maria Ozawa. Ini juga memperlihatkan bahwa gerakan Palestina selama ini sangat reaksioner, muncul ketika Israel terjadi bukannya mencegah sebelum serangan terjadi.
Ohiya, grafik diatas resmi diambil dari web google dengan jangkauan Indonesia saja.
Jalan dan perjalanan dilalui adalah cara manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang ditujunya. Tapi bagi beberapa orang dalam beberapa kondisi, tujuan mereka adalah jalan itu sendiri… seperti yang terjadi pada saya… Meskipun sebenarnya saya punya tujuan… tapi waktu itu saya memilih untuk melintasi tujuan tanpa arah dengan motor saya…
Saya pun teringat salah satu adegan dalam film Mustafa buatan Turki dimana salah satu bagian dari film itu menceritakan tentang beberapa orang yang menghentikan taksi, menaiki taksi itu, menangis, dan tidak berkata apapun dan tidak memiliki tujuan. Supir taksi pun memahami hal tersebut. dia tidak menanyakan menanyakan hendak pergi kemana…. hanya terus menjalankan taksi hingga disuruh berhenti di suatu tempat…
Ya, kadang jalanan adalah sarana menenangkan diri yang cukup efektif, karena di jalan… kita bisa melihat bahwa dunia sebenarnya masih berjalan seperti biasa…
