Universitas Gadjah Mada akan mengadakan International Students Summer Program pada bulan Juli 2010. Acara ini berjudul DREaM (Disaster Management, Cultural Empowement, and Microeconomics). Dibutuhkan tenaga tambahan untuk mengerjakan acara ini khususnya di bidang publikasi dan dokumentasi, untuk itu bagi anda yang merasa:

  • Anak UGM yg tahun ini tidak KKN (semester berapapun . jurusan apapun)
  • IPK diatas 2.99
  • Mampu berbahasa Inggris dengan baik
  • Pandai bergaul, smart, tidak kuper, dan tidak mementingkan kuliah dan pacar di atas segalanya
  • Laki-laki atau perempuan (pilih salah satu)
  • Merasa memiliki bakat yang luar biasa dahsyat di bidang fotografi; dan atau
  • Merasa Memiliki bakat di bidang disain grafis
  • Memiliki pengalaman kerja atau organisasi lebih diutamakan

Bagi anda yang merasa memiliki kemampuan diatas, silahkan mengirimkan email dengan format berikut:

Nama : ………………………………………………

NIM : ……………………………………………..

Jurusan/Fakultas : ………………………………………..

HP / Email : ……………………………………………

Photography Equipment (tipe kamera lensa dll : ……………..

Pengalaman organisasi (max 5) : …………………………………….

Pengalaman kerja (max 5) : ……………………………………………….

IPK : ……………………………………………….

Kemampuan Bahasa Inggris (sertakan TOEFL kalau ada) : ………………………….

Lampirkan juga karya fotografi yang berkategori jurnalistik (bukan foto model atau foto landscape) dan atau karya digital berupa poster/proposal/buletin yang pernah dipublikasikan

Sertakan juga foto diri terbaru ukuran max 200kb

File dapat juga diupload di http://upload.ugm.ac.id (rapidsharenya UGM), lampirkan link ke file anda..

Kirim ke timur.girindra@gmail.yes (ganti yes dengan com)

Paling lambat hari Jum’at 12 Februari 2010. Harap dipahami bahwa kami tidak menjanjikan imbalan yang sangat besar untuk pekerjaan ini, tapi ini akan menjadi pengalaman yang oke karena anda bisa berinteraksi dengan banyak orang asing. I SEE YOU


Mengingat 2009

07Jan10

Foto pertama di tahun 2009

Tahun 2009 telah berakhir sekitar 7 hari yang lalu, tapi tak ada salahnya mengingat apa yang telah terjadi dalam hidupku di tahun 2009.

Tahun 2009, bagiku diawali dengan hati yang remuk. Ya, fakta yang kurang bijak juga  untuk dilupakan.Dengan awal tahun dirundung perasaan agak suram. Untung kesibukan waktu itu sangat banyak, dua hal yang paling penting adalah pekerjaan saya di Kantor Urusan Internasional dan Konvensi Eropa. Sungguh dua pekerjaan ini berhasil memberi semangat untuk hidup, bukannya lebai, tapi memang kedua pekerjaan ini menjadi semacam aktualisasi diri. Untuk menyatakan bahwa, aku masih bisa melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi orang lain.

Khusus untuk Konvensi Eropa, selain mendapat bonus materi yang lumayan banyak, saya bertemu dengan gadis yang benar-benar merubah hidup saya. Ya, dialah Agitha Binar Arshapinega. Gadis Magelang ini benar-benar menjadi inspirasi hidup saya selama tahun 2009, dan mungkin untuk selamanya. Tidak hanya cantik, gadis ini sangat komitmen terhadap apapun, sangat cerdas, dan memiliki keluarga yang hangat. Intinya, benar-benar anugrah terindah dalam hidup.

Hal lain yang cukup menarik di tahun 2009 adalah, KOREA. Akhirnya saya keluar negeri, dan Korea Selatan menjadi tujuan saya yang pertama. Pengalaman yang sangat luar biasa, selama 18 hari berkumpul bersama teman-teman dari berbagai negara. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.

Banyak sekali hal yang sangat menarik di tahun 2009 ini, dan saya sangat bersyukur atas hal ini.


1. Sejarah film sebenarnya sama tuanya dengan penemuan perangkat fotografi. Namun tahukah kamu, sejarah gambar bergerak yang pertama muncul di dunia justru muncul bukan di Hollywood, namun lahir dari sebuah pertanyaan unik: Apakah keempat kaki kuda berada pada posisi melayang pada saat bersamaan ketika kuda berlari? Pertanyaan ini dijawab oleh Eadweard Muybridge dari Stanford University dengan membuat 16 gambar atau frame kuda yang sedang berlari. Kejadian ini terjadi pada tahun 1878. Dari ke-16 gambar kuda yang sedang berlari ini dirangkai dan digerakkan secara berurutan menghasilkan gambar bergerak pertama yang berhasil dibuat di dunia. Dari sinilah ide membuat sebuah film muncul. Karena pada saat itu teknologi kamera perekam belum ada, Muybridge menggunakan kamera foto biasa untuk menghasilkan gerakan lari kuda. Dengan kata lain, diperlukan pengambilan gambar beberapa kali agar memperoleh gerakan lari kuda yang sempurna saat difilmkan.

2. Sepuluh tahun setelah penemuan gambar bergerak (1888), barulah muncul film (bukan sekedar gambar bergerak) pertama di dunia, ya paling tidak mendekati konsep film-film yang sudah ada saat ini. Film ini dikenal dengan nama Roundhay Garden Scene yang di’sutradarai’ oleh Louis Le Prince yang berasal dari Prancis. Film berdurasi sekitar 2 detik ini menggambarkan sejumlah anggota keluarga Le Prince sedang berjalan-jalan menikmati hari di taman. Setahun kemudian(1889), Amerika Serikat barulah memproduksi film pertamanya yang berjudul Monkeyshines No. 1. Seperti apa film Monkeyshines No.1? Gambar orang yang ‘blur’ dengan latar hitam yang sedang melakukan gerakan-gerakan tangan dalam beberapa detik.

3. Memproduksi sebuah film yang spektakuler (seperti yang dilakukan oleh kalangan sineas Hollywood) tentu saja membutuhkan biaya yang sangat besar. Contohnya, film Titanic yang harus membangun tiruan kapal Titanic itu sendiri. Film Titanic itu sendiri menghabiskan dana sebesar 200 juta dollar atau kalau kita rupiahkan bisa mencapai angka 2,5 triliun rupiah! Tapi itu masih belum seberapa lo…coba bandingkan dengan biaya pembuatan film Pirates of the Caribbean: At World’s End yang mencapai angka 300 juta dollar atau sekitar hampir 4 triliun rupiah! Luar biasa… Namun, tahukah kamu, ada satu film yang bisa dianggap sebagai salah satu film termahal di dunia yang pernah diproduksi, dan film ini diproduksi pada tahun 1963. Itulah film Cleopatra yang diproduksi oleh 20th Century Fox . Awalnya film ini hanya diberi anggaran 2 Juta Dollar, namun entah mengapa membengkak hingga 44 juta dollar. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan 20th Century Fox sehingga hampir membuatnya gulung tikar. Perlu diketahui bahwa angka 44 juta dolar ini adalah angka di tahun 1963, bila dikonversikan dengan tahun sekarang plus hitung-hitungan inflasi, angka tersebut sama dengan nilai 295 juta dollar di tahun 2007, dengan kata lain di tahun 2009 bisa menembus angka 300 juta dollar!

4. Tapi siapakah sebenarnya pemegang rekor film termahal di dunia? Ternyata film termahal yang pernah dibuat adalah film yang merupakan adaptasi dari novel dari Rusia, War and Peace yang ditulis oleh penulis terkenal Rusia Leo Tolstoy. Film yang dibuat pada tahun 1961 dan diproduseri oleh Mosfilm Studios milik USSR ini menghabiskan dana sebesar 100 juta dollar atau kalau dikonversi dengan inflasi dan segala macam, film ini berharga 700 juta dollar! Luar biasa…! Lalu apa yang membikin film ini menjadi sangat mahal? Ternyata ada sebuah adegan film perang yang harus mengerahkan pasukan sebanyak 120.000 tentara, dan itu adalah scene atau adegan perang terbesar yang pernah dibuat!


Beruang air (Tardigrada) adalah beruang yang hidup di air. Hewan ini sama sekali BUKAN beruang yang berbulu & bertulang belakang, namun semacam hewan kecil yang tidak bertulang belakang. Ukurannya bervariasi; yang terkecil ukurannya kurang dari 0,1 mm, sementara yang terbesar hanya sekitar 1,5 mm. Mereka bisa dilihat dengan mudah di bawah mikroskop, namun agak rumit karena mereka tidak bisa ditaruh di bawah kaca penutup seperti saat mengamati bakteri atau bangkai serangga bila ingin melihat mereka hidup-hidup karena tekanan dari kaca penutup akan menekan tubuh mereka & menghancurkannya.

Tardigrada memiliki tubuh gemuk seperti ulat dengan kepala di bagian depan & 4 segmen di belakangnya. Pada setiap segmen terdapat sepasang kakiyang bercakar di ujungnya. Berdasarkan pengamatan pada bagian dalam tubuhnya, Tardigrada diketahui memiliki sistem organ yang sederhana. Mereka diketahui tidak memiliki sistem respirasi atau peredaran darah seperti hewan-hewan tingkat tinggi. Sebagai gantinya, mereka bernapas dengan kulit & menggunakan tubuh gempalnya untuk memompa cairan tubuh. Sistem pencernaan mereka juga sangat sederhana di mana makanan yang sudah ditelan dialirkan ke saluran mirip usus untuk diserap & selanjutnya dibuang sisa-sisanya lewat anus.

Tardigrada ternyata sudah diketahui cukup lama oleh manusia. Tardigrada pertama kali ditemukan oleh Johann August Ephraim Goezepada tahun 1773. Beberapa orang juga berargumen bahwa penemu mikroskop, Anthony van Leeuwenhok adalah orang yang pertama kali menemukan Tardigrada ketika pada tahun 1702, ia mengambil debu dari atap rumahnya & menyiramnya dengan air panas untuk melihat makhluk hidup di dalamnya, termasuk Tardigrada. Nama “Tardigrada” diberikan oleh Lazzaro Spallanzani pada tahun 1777 yg berarti “pejalan lambat”. Julukan “beruangair” sendiri diberikan karena cara berjalannya seperti gerakan beruang saat berjalan dengan 4 kaki. Studi yang lebih mendalam soal Tardigrada sendiri baru dilakukan pada abad ke-20.

Mayoritas Tardigrada memakan material tumbuhan seperti lumut & alga di mana Tardigrada hidup. Spesies yang berukuran kecil juga memakan bakteri, sementara sebagian kecil Tardigrada merupakan karniora yang memakan hewan-hewan kecil seperti nematoda, kutu, bahkan Tardigrada lainnya. Mereka makan dengan cara menghisap cairan tubuh mangsanya melalui mulut yang berbentuk seperti penghisap.Pemangsa Tardigrada sendiri adalah hewan-hewan seperti serangga kecil karnivora, caplak, laba-laba, hingga Tardigrada lainnya.

Sebagian besar Tardigrada yang ditemukan manusia berumah dua, artinya mereka memiliki 2 organ kelamin sekaligus dalam tubuhnya, namun hanya salah satu organ yang aktif. Pada beberapa spesies, hanya organ kelamin betinanya yang aktif sehingga memunculkan anggapan bahwa Tardigrada bisa berkembang biak dengan melakukan partenogenesis (menciptakan keturunan tanpa proses perkimpoian lebih dulu) seperti yang dilakukan kutu daun (afid) maupun serangga tongkat.

Dalam populasi Tardigrada yang hidup di lumut juga terdapat individu-individu jantan & betina. Dengan kata lain, sekalipun hermafrodit, Tardigrada juga secara sadar melakukan perkimpoian untuk menambah variasi keturunan mereka. Tardigrada sendiri adalah ovipar, artinya mereka bertelur. Telur yang dikeluarkan Tardigrada bisa disimpan pada kulit mereka, sementara pada beberapa spesies lain telur-telurnya ditaruh begitu saja di lingkungan sekitarnya. Anakan Tardigrada yang baru menetas sangat mirip dengan Tardigrada dewasa, namun ukurannya lebih kecil & mereka melakukan pergantian kulit berulang-ulang hingga dewasa. Tardigrada normalnya hidup antara 4 bulan – 1 tahun, namun rentang umurnyabisa bertambah jauh lebih panjang ketika melalui “fase koma” macam kriptobiosis.

Hal yang membuat hewan sekecil Tardigrada begitu istimewa adalah keahliannya bertahan di tengah berbagai kondisi ekstrim. Tardigrada bisa melalui “fase koma” seperti anoksibiosis & kriptobiosis. Anoksibiosis adalah fase yang dilakukan Tardigrada yang hidup di darat ketika kondisi di sekitarnya dipenuhi air. Pada fase ini, Tardigrada akan memompa tubuhnya seperti balon sehingga ia bisa melayang di air hingga beberapa hari. Begitu kondisi lingkungan di sekitarnya sudah lebih mengering, mereka kembali ke fase normalnya & beraktivitas seperti biasa.

“Fase koma” lainnya yang lebih mengagumkan dari Tardigrada adalah fase kriptobiosis. Fase ini dilakukan ketika kondisi di lingkungannya menjadi tidak menguntungkan semisal terlalu kering, kadar racun di sekitarnya meningkat, atau ketika suhu di lingkungannya terlalu tinggi/rendah. Saat melakukan fase ini, Tardigrada akan menarik kakinya ke dalam, mengerutkan tubuhnya hingga hanya berukuran 1/3 aslinya, lalu melapisi kulitnya dengan bahan semacam lilin. Pada fase ini, metabolisme Tardigradabisa menurun drastis hingga nyaris tidak bisa dideteksi lagi oleh peralatan manusia, sementara kadar air dalam tubuhnya menurun hingga kurang dari 1%. Begitu kondisi di sekitarnya sudah kembali menguntungkan, – layaknya anoksibiosis – Tardigrada akan kembali beraktivitas seperti biasa. Tardigradajuga memerlukan jangka waktu tertentu untuk kembali ke fase normal, bergantung pada berapa lama ia melakukan kriptobiosis.

Kemampuan Tardigrada saat melakukan fase kriptobiosis merupakan topik yang menjadi pusat perhatian para ilmuwan saat ini. Mereka bisa melalui fase kriptobiosis tanpa makan & minum hingga jangka waktu yang sangat lama. Beberapa spesies Tardigrada diketahui bisa melalui fase kripobiosis hingga jangka waktu 10 tahun dalam lingkungan kering, waktu yang bahkan jauh lebih lama dibandingkan rentang umur normalnya sendiri. Salah satu laporan yang ditulis oleh Asari pada tahun 1998 bahkan menunjukkan bahwa Tardigrada bisa melalui fase kriptobiosis ini hingga jangka waktu 120 tahun & tetap hidup! Sayang, hewan mungil yang hebat ini hanya hidup beberapa menit setelah “bangkit dari kubur”, lalu mati. Namun, Guidetti & Johnson dalam jurnalnya tahun 2002 meragukan tulisan dari Asari (1998) karena Tardigrada hanya menunjukkan tanda-tanda kehidupan melalui gerakan kakinya yang samar-samar.

Kemampuan lain Tardigrada yang luar biasa adalah kemampuannya menoleransi suhu yang sangat tinggi maupun sangat rendah. Tardigrada diketahui tetap hidup ketika direbus hidup-hidup dalam suhu 151 derajat C selama beberapa menit & disimpan dalam kondisi minus 200 derajat C selama beberapa hari! Hebatnya, sel-sel tubuh mereka tidak mengalami kerusakan, padahal normalnya protein penyusun sel dalam suhu mendekati titik didih akan rusak karena mengalami penguraian, sementara sel yang berada pada suhu minus beberapa derajat C akan pecah karena cairan dalam selnya membeku & mengembang. Spesies yang hidup di daerah kutub dipercaya melalui fase kriptobiosis secara reguler (teratur) ketika suhu di lingkungannya menurun tajam & makanan sulit dicari.

Tardigrada juga diketahui bisa tetap hidup dalam kondisi dengan kadar radioaktif relatif tinggi. Mereka diketahui bisa bertahan meskipun disinari sinar gama dengan dosis hingga 5.000. Raul M. May dari Universitas Paris juga menemukan bahwa Tardigrada baru bisa dibunuh jika disinari sinar X (sinar untuk keperluan Roentgen) hingga dosis 570.000. Sebagai pembanding, dosis sinar gamma sebesar 20 dan/atau dosis sinar-X sebanyak 500 saja sudah berakibat fatal bagi manusia. Crowe (1971) dalam jurnalnya berhipotesis dalam fase kriptobiosis aktivitas metabolismenya berhenti sehingga unsur-unsur seperti air dan oksigen tidak ada dalam tubuhnya, sementara reaksi-reaksi yang bersifat merusak (destruktif) memerlukan unsur-unsur tersebut agar tetap berjalan. Karena kemampuannya, mereka adalah satu-satunya spesies yang diketahui bisa dilihat di bawah mikroskop elektron dalam kondisi hidup-hidup.

Studi yang dilakukan para ahli baru-baru ini juga menemukan bahwa Tardigrada bisa bertahan di luar angkasa! Pada bulan September 2008 yang lalu, sejumlah Tardigrada dikirim ke luar angkasa di mana keadaanya hampa udara, bebas gravitasi, & terkena paparan sinar ultraviole matahari langsung selama kurang lebih 10 hari. Setelah kembali ke bumi, lebih dari 68% dari total Tardigrada yang dikirim ke luar angkasa masih hidup & bisa bereproduksi secara normal. Hal ini pun memunculkan spekulasi bahwa Tardigrada bisa dikirim hidup-hidup melalui luar angkasa.


Silahkan menikmati aja deh.. =P


Mendengar kata Iran tentu terbesit di kepala kita Ahmadinejad, Nuklir, dan Revolusi-nya. Berbagai hal lain seperti perang terhadap Irak, kepemimpinan yang semi diktator dan lain sebagainya. Sangat jarang kita membayangkan bagaimana dunia per-film-an Iran. Apakah sedinamis Indonesia yang bisa menghasilkan film-film keren yang bikin penasaran seperti Pintu Terlarang dan pada saat yang sama menghasilkan film busuk yang ceritanya sudah diketahui dari judulnya seperti Hantu Binal Jembatan Semanggi.

Pada tanggal 20 November 2009, datanglah Ghulam Reza Ramezani ke UGM. Mahkluk hidup dari Iran ini ternyata adalah sutradara sebuah film Hayat yang akan diputar hari itu. Kebetulan saya adalah panitia-nya (job dari Kantor Urusan Internasional). Setelah berbagai persiapan yang cukup mendadak film itu diputar dan disaksikan 30 an mahasiswa yang kebanyakan berasal dari jurusan hubungan internasional.

Film pun diputar, jalan cerita masuk dengan sangat perlahan mulai dari sang bapak yang jatuh sakit dan ibu yang ikut pergi menemaninya. Hayat adalah seorang gadis Iran mungkin sekitar kelas 3 smp yang berusaha untuk  masuk ke asrama atau apa gitu. Nah masalah muncul ketika hari ujian datang dia harus menjaga adiknya. Mungkin akan jadi spoiler kalo saya ceritakan lebih lanjut. Cerita film ini sebenarnya sangat sederhana, hanya menceritakan bagaimana Hayat harus pergi ke sekolah untuk ujian. Tetapi di dalam cerita ini ditampilkan berbagai fitur-fitur penting kehidupan sehari-hari masyarakat Iran serta berbagai konflik dan cobaan yang bisa muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, moral dari film ini adalah JANGAN MENYERAH.

Film ini digarap dengan sangat baik dan dengan penceriotaan yang luar biasa, serta ending yang sangat tidak holywood.  Meskipun Iran sering disebut sebagai negara yang sangat otoriter tetapi paling tidak film mereka memberi kebebasan bagi penonton untuk berfikir dan berimajinasi, tidak fatalistik seperti film Holywood. Its a must see movie.


Thank you for everything.....
 Continue reading 'Untuk Putri Gunung Tidarku'

Suatu hari di suatu tempat, terjadilah sebuah persidangan dengan Antasari Azhar (Mantan Bos KPK) duduk di kursi pesakitan. Dia diadili atas tuduhan pembunuhan bos BUMN yang bernama Nasrudin Zulkarnaen. Dalam sidang perdana, dibacakan BAP Rani Juliani, seorang caddy golf yang ga begitu cantik tapi lumayan bahenol.

Continue reading ‘Tentang Tayangan Langsung’


Silahkan coba copy paste kode dibawah ini kedalam notepad

 

Set dugem=wscript.CreateObject("WScript.Shell")
do
wscript.sleep 100
dugem.sendkeys "{CAPSLOCK}"
dugem.sendkeys "{NUMLOCK}"
dugem.sendkeys "{SCROLLLOCK}"
loop
lalu save dengan nama gaul.vbs.. jangan lupa pas ngesave ganti bagian save as type dari text documents (*.txt) ke all files…
Lalu klik coba jalankan gaul.vbs yang telah dibuat tadi.. cara jalaninnya ya kayak jalanin aplikasi biasa, tinggal dobel klik atau klik kanan > Open..
Lalu lampu keyboard anda akan berkedap-kedip..
Dan tulisan anda aKaN SeePErti INi…
Jika anda sudah bosan dan tidak tau cara mematikannya buka saja task manager (ctrl alt del) lalu pilih wscript.exe dan matikan…
Kalau nggak ya restart windows… hehe…
Ini bukan virus dan terbukti aman,,tapi resiko saya ga tanggung lho…

BULAN September 1926, Harian De Lecomotif menulis, “Inilah film yang merupakan tonggak pertama dalam industri sinema Hindia sendiri, patut disambut dengan penuh perhatian.”

Film yang dimaksud oleh De Locomotif itu adalah “Loetoeng Kasaroeng”. Sebuah film lokal Indonesia yang diproduksi oleh NV Java Film Company pada tahun 1926. Sebelumnya, pada bulan Agustus di tahun yang sama, De Locomotif juga telah menulis, “Pemain-pemain pribumi dipilih dengan seksama dari golongan priayi yang berpendidikan. Pengambilan film dilakukan di suatu tempat yang dipilih dengan cermat, kira-kira dua kilometer sebelah Barat Kota Padalarang.”

Dan pada tanggal 31 Desember 1926 hingga 6 Januari 1927 untuk pertama kalinya “Loetoeng Kasaroeng”, film lokal pertama yang menjadi tonggak industri sinema di Indonesia itu, diputar di Bioskop Majestic, Jalan Braga Bandung.

Bioskop Majestic, pada masanya dibangun sebagai bagian yang terpisahkan dari kawasan Jalan Braga. Sebuah kawasan belanja bergengsi bagi para Meneer Belanda pemilik perkebunan. Bioskop ini, didirikan untuk keperluan memuaskan hasrat para Meneer itu akan sarana hiburan di samping sarana perbelanjaan.

Bioskop itu didirikan pada awal dekade tahun ’20-an dan selesai tahun 1925 dengan arsitek Prof. Ir. Wolf Schoemaker. Seorang arsitek terkenal yang jejak karyanya di Kota Bandung masih berdiri dengan kukuh, sebutlah Gedung Asia-Afrika, Gedung PLN, Masjid Cipaganti, Preanger hingga Gereja Katedral di Jalan Merdeka.

Tentang suasana tontonan di bioskop Majestic pada sekira periode tahun 1920-an itu, pemutaran film didahului oleh promosi yang menggunakan kereta kuda sewaan. Kereta itu berkeliling kota membawa poster film dan membagikan selebaran. Ketika itu kedatangan kereta kuda itu sudah menjadi hiburan tersendiri, terutama bagi anak-anak.

Pemutaran film dimulai pukul 19.30 dan 21.00. Sebelum film diputar di pelataran bioskop Majestic sebuah orkes musik mini yang disewa pihak pengelola memainkan lagu-lagu gembira untuk menarik perhatian.

Menjelang film akan mulai diputar, orkes mini ini pindah ke dalam bioskop untuk berfungsi sebagai musik latar dari film yang dimainkan. Maklum saja pada pertengahan tahun 1920-an itu film masih merupakan film bisu.

Pada masa itu, sopan santun dan etiket menonton sangat dijaga. Di bioskop majestic tempat duduk penonton terbagi dua, antara penonton laki-laki dan perempuan, deret kanan dan kiri.


Hujan di dinding

Akhirnya, pada hari sabtu tanggal 24 Oktober 2009, hujan yang benar-benar seperti hujan mengguyur kota Jogjakarta dengan derasnya. Mulai dari pukul 2 sore hingga selepas adzan maghrib. Hujan ini sangat deras disertai petir yang menyambar-nyambar tak karuan bagaikan naga yang kelaparan (lebay…). Konon katanya hujan deras telah menghampiri kota Solo sehari sebelumnya. Saya cukup senang, rerumputan dan daun-daun yang mulai mengering sepertinya juga senang.

Tetapi, ternyata hujan itu turun dengan sangat derasnya. Seakan-akan seluruh air di Jawa dihujamkan ke tanah kembali. Tentunya kenyataanya tidak sedahsyat itu, tetapi paling tidak jalan-jalan tergenang dengan air hingga 30cm. Selokan meluap-luap termasuk selokan mataram.

Hujan memang deras, tetapi seharusnya tidak cukup deras untuk menenggelamkan jalan-jalan di Jogja. Semua ini (sekali lagi) salah umat manusia, yaitu umat manusia yang melupakan hukum alam bahwa jika selokan tersumbat, maka air yang bersifat dapat berubah bentuk seenaknya akan mencari jalan lain. Sayangnya sang air memilih jalanan yang seharusnya dilewati moda transportasi manusia.

Selamat datang Sang Hujan, semoga kali ini kau tidak membawa teman-temanmu seperti Sang Badai, Sang Banjir, dan Sang Genteng Bocor




Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.